Khofifah Indar Parawansa saat menerima penghargaan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Khofifah Indar Parawansa menerima penghargaan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPA) pada puncak acara Peringatan Hari Ibu Ke-64 yang digelar di Tangerang, Minggu (22/12/2024).
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri PPA, Arifah Fauzi, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi nyata Khofifah selama menjabat sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan pada periode 1999-2001.
BACA JUGA:
- Sambut Bhikkhu Walk for Peace 2026, Gubernur Jatim Ajak Ajak Kuatkan Toleransi
- Gubernur Khofifah Resmikan Revitalisasi 45 Sekolah di Tulungagung, Trenggalek dan Pacitan
- DPRD Jatim Terima LKPJ 2025, Gubernur Khofifah Tekankan Sinergi Eksekutif-Legislatif
- Dominasi Prestasi Nasional Raih 45.839 Medali di SIMT , Gubernur Khofifah Sampaikan Hal ini
Pasalnya, Khofifah dinilai berhasil mewujudkan berbagai program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak yang mendukung visi Indonesia Emas 2045. Selain Khofifah, tampak Linda Agum Gumelar, yang menjabat sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak periode 2009-2014, juga mendapatkan penghargaan serupa.
Usai menerima penghargaan, Khofifah menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas penghargaan yang diterimanya. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dalam mewujudkan kesetaraan gender dan perlindungan anak.
“Penghargaan ini bukan hanya untuk saya, tetapi untuk semua pihak yang telah berjuang bersama. Ini adalah pengingat bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan. Pemenuhan hak perempuan dan perlindungan anak adalah tanggung jawab kita bersama,” paparnya.
Khofifah juga mengajak masyarakat untuk terus memperkuat komitmen dalam menciptakan lingkungan yang aman dan inklusif bagi perempuan dan anak.
“Momen Hari Ibu ini seharusnya menjadi pengingat bagi kita semua, bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam membangun bangsa. Ketika perempuan berdaya, maka Indonesia juga akan lebih kuat,” tuturnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




