Keluarga korban tragedi kanjuruhan saat mengawal sidang restitusi di Pengadilan Negeri Surabaya
"Kalau uang gak ada harganya, apalagi keadilan untuk anak-anak kami gak ada. Kalau dibilang cukup ya gak cukup, karena nyawa anak gak sebanding dengan uang," ujar Rini.
Rini kecewa atas absennya PT Liga Indonesia Bersatu (LIB) dan PSSI dalam persidangan. Menurutnya, kedua pihak itu seharusnya masuk dalam pembayar restitusi.
"Kenapa pihak LIB dan PSSI gak ada? Itu kan kewajiban dia juga ikut masuk dalam daftar ganti rugi sama korban, tapi gak ada. Itu yang saya sesalkan," sambungnya.
Selain tuntutan restitusi, Rini juga mengaku bakal menagih janji pemerintah yang menyebut akan menuntaskan Tragedi Kanjuruhan. Sebab akibat tragedi tersebut, anaknya Agusriansyah Tole jadi korban tewas.
Ia masih ingat jelas saat dirinya bertemu Presiden ke-7 Joko Widodo di Rumah Sakit Saiful Anwar.
Jokowi saat itu berjanji untuk menuntaskan tragedi tersebut. Namun, ia menilai hal tersebut tak terealisasikan.
"Janjinya satu, bapak Jokowi, mantan presiden kita dulu janji sama kita waktu di Saiful Anwar, mau menuntaskan tragedi Kanjuruhan, tapi mana?," tanya Rini, lalu diiringi sorakan dari keluarga korban Kanjuruhan lainnya.
Rini menganggap janji merampungkan tragedi Kanjuruhan oleh Jokowi hanya bualan belaka. Sebab, ia dan para keluarga korban menyatakan masih belum mendapatkan keadilan.
"Mungkin itu (janji menuntaskan tragedi Kanjuruhan) cuma omong kosong, supaya meredamkan keluarga korban dan keluarga korban tenang. Tapi, ini nyawa (manusia) loh, bukan hewan, anak-anak mau pergi ke stadion mau mencari hiburan, lihat bola juga kesenangan anak-anak, tapi kenapa presiden kita kok kayak gitu? Seharusnya mendukung keluarga korban untuk menuntaskan tragedi ini, tapi nyatanya? Cuma janji-janji!," tuturnya.
Setelah Jokowi tak lagi menjadi presiden, Kini Rini berharap pada Prabowo Subianto. Tuntutannya masih sama agar tragedi yang memakan 135 nyawa itu diusut tuntas.
"Mungkin ya, setelah ada pergantian presiden ini, saya mohon kepada bapak presiden yang terhormat Pak Prabowo untuk mengawal tragedi Kanjuruhan dan berpihak pada keluarga korban, bukan seperti presiden sebelumnya, cuma janji-janji saja sama keluarga korban, tapi nyatanya tidak, bohong. Gak bisa dianggap sebagai presiden Jokowi itu, karena dia itu cuma omong kosong sama keluarga korban, dia cuma janji-janji," ujar Rini. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




