Khofifah saat menghadiri bedah buku yang diselenggarakan di Auditorium Universitas Islam Makassar (UIM)
Terutama dengan kondisi dunia saat ini yang banyak terjadi peperangan dan juga konflik. Seperti halnya di Palestina, yang kemudian meluas memicu ketegangan di sejumlah belahan dunia.
Bahwa membangun persatuan bangsa bukanlah satu hal yang sederhana. Dan menjadi satu tugas yang harus dilakukan bersama-sama oleh semua pihak, semua elemen dari suatu bangsa.
“Tidak ada di dunia ini yang kekal. Maka ukirlah cerita indah sebagai kenangan. Ini menjadi pesan untuk kita semua,” ujarnya.
Pihaknya menegaskan bahwa buku Hadratussyaikh KH M Hasyim Asy’ari dengan judul 'Pemersatu Umat Islam Indonesia' akan menjadi ruh Kongres Muslimat NU yang akan digelar pada 12 Februari 2025 mendatang. Karenanya menuju kongres tersebut beda buku ini akan dilakukan secara beruntun di empat titik.
“Kita ingat bahwa KH Hasyim Asy'ary pernah menyampaikan bahwa barang siapa yang mengurus NU maka akan menjadi santriku dan keluargaku. Dan aku berdoa semua nya akan khusnul khatimah bersama anak dan cucunya,” tegas Khofifah.
Pesan KH Hasyim Asy'ary tersebut sejalan dengan ayat Al Quran Surat Az Zumar ayat 73. Dalam ayat itu disebutkan ‘Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya diantar ke dalam surga secara berombongan. Sehingga apabila mereka sampai kepadanya (surga) dan pintu-pintunya telah dibukakan, penjaga-penjaganya berkata kepada mereka,
“Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu, berbahagialah kamu! Maka masuklah, kamu kekal di dalamnya,” kata Khofifah menukil ayat Alquran.
“Beliau juga pernah menyampaikan jika di NU ada seribu orang maka aku ada di sana. Jika di NU ada seratus orang maka percayalah aku ada di sana. Dan jika di NU ada sepuluh orang maka aku juga ada di sana. Dan jika satu orang NU maka akulah orangnya,” ujar Khofifah.
“Ini menjadi referensi yang saya harap juga berlaku di kalangan Muslimat NU,” imbuhnya.(dev/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




