Pj. Wali Kota Kediri Zanariah saat memberi sambutan. (Ist)
Program ini dirancang untuk mengembangkan kompetensi dan kapasitas para guru dalam memperkaya metode pengajaran. Serta memfasilitasi kolaborasi dan pertukaran pengalaman di antara para guru.
"Harapannya guru sebagai ujung tombak dalam proses pembelajaran dapat menghadirkan suasana baru di ruang kelas. Menanamkan nilai-nilai karakter yang baik. Sekaligus memotivasi peserta didik untuk mencapai prestasi terbaiknya," jelasnya.
Pj Wali Kota Kediri mengungkapkan setelah mengikuti program selama 6 bulan, para calon guru penggerak dinyatakan lulus dengan menyandang gelar guru penggerak.
Serta berkesempatan gelar panen hasil belajar. Dari pembelajaran yang telah diikuti, hasilnya tidak hanya akan bermanfaat bagi diri sendiri namun juga bagi peserta didik, sekolah dan masyarakat.
Harapannya ke depan guru dapat lebih mempu memahami kebutuhan siswa, menghadirkan pembelajaran yang inspiratif, dan merespon dinamika perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Tetapi, tak hanya guru saja yang harus didorong, perlu ada kolaborasi dan koneksi saling pengertian dari seluruh stake holder.
"Selain itu kepada seluruh masyarakat mari kita bersama-sama mendukung upaya peningkatan kualitas pendidikan. Kita dapat berkontribusi dengan cara sederhana. Misalnya dengan memberi motivasi kepada anak-anak, menciptakan lingkungan belajar kondusif, dan lainnya," ungkapnya.
Turut hadir, Kepala BBGP Jatim Abu Khair, Staf Ahli Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan Endang Kartika, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Roni Yusianto, Kepala Dinas Pendidikan Anang Kurniawan, Fasilitator dari Bengkulu, Pengawas Sekolah, Komunitas Praktisi, Kepala Sekolah, dan tamu undangan lainnya. (uji/van).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




