”Kisaran segitu lah, sementara sisanya kami tidak tahu. Karena di sekolah kami tidak nampak wujudnya,” terang dia.
Menurut dia, jika anggaran tersebut direalisasikan seratus persen, maka pembangunan asrama dan juga alat praktik di sekolah tersebut dipastikan ada. Namun kenyataannya sejumlah alat praktik tidak ada. ”Sementara gedung untuk peternakan memang ada, yang awalnya hanya terbuat dari bambu saat ini sudah dibangun. Tapi ukurannya sangat kecil,” imbuh Halili.
Selain itu, pada tahun 2014 di sekolah tersebut tidak ada pembanguan fisik, seperti asrama. Sementara pembangunan yang diklaim mendapatkan bantuan itu adalah bangunan yang dibangun pada tahun 2013 lalu. Hanya saja banguan tersebut belum selesai, yakni tinggal pemasangan keramik lantai, jendela, kaca jendela, pemasangan asbes dan sejumlah komponin gedung yang lain.
”Nah, pekerjaan itu baru dilanjutkan pada tahun 2014. Namun kami tidak tahu dana itu diambilkan dari mana. Karena yang menanganinya adalah kepala sekolah,” aku dia.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidkan (Disdik) Kabupaten Sumenep, A. Shadik belum bisa memberikan kejelasan. Sebab, saat ditemui di kantornya tidak ada. Sementara saat dihubungi melalui telepon selelurnya, pihaknya tidak merespon. ”Kalau soal itu silahkan ke Pak Nono (Nurul Hamzah, Kepala Bidang Pendidikan Menengah-red) saja,” terangnya singkat.
Sayangnya Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Dikmen) Disdik Sumenep H. Nurul Hamzah, saat ditemui di kantornya sedang tidak ada. Informasinya ia masih mengikuti acara di luar. ”Saya masih sibuk mas. Biar tak hubungi lagi nanti,” katanya saat dihubungi awak media, Rabu (9/9). (fay/ns)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




