Para santri Pondok Pesantren Amanantul Ummah ssaat salah malam di Masjid Raya KH Abdul Chalim Pacet Mojokerto Jawa Timur. Foto: m mas'ud adnan/bangsaonline

Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) itu tidak hanya mengajar santrinya secara intelektual tapi juga menggembleng moral dan mengasah cita-cita mereka.
Ia mengingatkan para santrinya agar jangan sampai terjebak narkoba. Ia juga melarang santrinya merokok. Karena, menurut Kiai Asep, rokok itu sendiri sudah bagian dari narkoba.
Menjelang pukul 6 pagi Kiai Asep berdiri. Ia bergegas keluar masjid dan masuk mobil. Menuju kampus Universitas KH Abdul Chalim (UAC).
Lokasinya sekitar 2 KM dari Pesantren Amanatul Ummah.
Ternyata di masjid kampus KH Abdul Chalim itu sudah menunggu sejumlah mahasiswa dan mahasiswi. Mereka melantunkan shalawat ketika Kiai Asep memasuki masjid. Di depan para mahasiswa dan mahasiswi itu Kiai Asep kembali membaca kitab Hadits.
Dalam taushiahnya ia mengingatkan para mahasiswa tentang godaan wanita. Menurut dia, wanita merupakan godaan sangat berat. Banyak orang hebat ndlosor gara-gara wanita.
Karena itu ia minta para mahasiwa istiqamah salat malam. “Hanya salat malam yang bisa menangkal perbuatan tidak baik,” ujar kiai miliarder tapi dermawan itu.
Acara pengajian itu berakhir sekitar pukul 7 pagi lebih. Tapi sejumlah tamu sudah menunggu.
Kepada HARIAN BANGSA, Kiai Asep mengungkap obsesi besarnya ke depan. Ia memproyeksikan Amanatul Ummah – termasuk UAC – sebagai pusat pendidikan Islam internasional.
“Masak kita kalah dengan Mesir dan Yaman,” katanya.
Karena itu ia banyak menjalin komunikasi dengan perguruan tinggi di luar negeri. Nah, perjalanan Kiai Asep keluar negeri itu kini sudah terhimpun dalam buku berjudul “Kiblat Dunia Islam dan Peradaban Dunia” yang segera terbit.
“Sekarang sudah datang 9 calon mahasiswa baru dari Thailand,” kata Kiai Asep.
Selain dari Thailand juga mahasiswa dari Fiipina.
“Dari Fiilipina 6 orang, semuanya beasiswa,” tambahnya.
Sebelumnya, beberapa mahasiswa dari luar negeri juga sudah lulus. Dintaranya dari Afghanistan, Thailand, Sudan, dan beberapa negara lainnya.
Salah satu keunggulan Amanatul Ummah, banyak sekali santrinya yang diterima di perguruan tinggi negeri (PTUN). Bahkan tahun ini sebanyak 624 santri Amanatul Ummah lolos ke PTUN Favorit.
“Kalau dulu ITB itu sulit sekali ditembus. Sekarang santri Amanatul Ummah banyak yang diterima di ITB termasuk di pertambangan,” kata Kiai Asep.
Bahkan banyak sekali santri Amanatul Ummah yang diterima di perguruan tinggi favorit luar negeri. Baik di Amerika Serikat (AS), Eropa dan Timur Tengah (Timteng). Diantaranya santri bernama M. A. Gymnastiar Putra. Siswa Madrasah Bertaraf Internasional (MBI) itu diterima di 11 kampus di luar negeri; mulai Amerika, Australia, hingga Belanda di benua Eropa.
Namun Gymnastiar Putra memutuskan kuliah di Colorado School of Mines, Amerika Serikat. Ia mengambil jurusan teknik pertambangan.
Begitu juga santri Kiai Asep yang bernama Muhammad Hasnan Aslam. Ia diterima di tiga perguruan tinggi terkemuka sekaligus. Di Kanada.
Hasnan diterima di Mechanical Engineering Mc Gill University, Civil Engineering University of Toronto dan juga di Aerospace Engineering Toronto Metropolitan University. Tapi ia memilih kuliah di Mc Gill University. Alasannya, Mc Gill University masuk 30 perguruan tinggi peringkat dunia dan banyak melahirkan ilmuwan besar. Dan yang penting lagi beasiswa full.
“Itulah keuntungan sekolah di Amanatul Ummah. Tidak hanya diterima di berbagai perguruan tinggi negeri terkemuka nasional tapi juga di luar negeri. Dan kita juga mencarikan beasiswa agar bisa mengurangi beban orang tuanya,” kata Kiai Asep.
Menurut Kiai Asep, untuk tahun ini sudah ribuan canlon santri yang mendaftar ke Amanatul Ummah. Tapi, kata Kiai Asep, pendaftaran santri masih dibuka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




