Pelaku curanmor Jamaludin tertunduk di Polsek Sukolilo. Foto: Rusmiyanto/BANGSAONLINE
Kedua pelaku dihentikan oleh anggota Polsek Sukolilo. Namun, Bahrul yang membawa motor sarana dan Jamaludin yang membawa motor korban mencoba melarikan diri.
Anggota Polsek Sukolilo kwalahan dan hanya berhasil menangkap Jamaludin dengan cara melumpuhkanya kaki kirinya dengan tembakan.
Sedangkan Bahrul yang mengunakan motor sarana lebih lihai berhasil kabur dan tancap gas. “
Keduanya pelaku kami hentikan mereka berdua melawan dan akan melarikan diri. Dan yang berhasil kita tangkap adalah Jamaludin dia berhasil kita lumpuhkan saat akan lari. Sedangkan Bahrul kabur mengunakan motor sarananya,” paparnya.
Dari penangkapan tersebut hanya satu pelaku yang berhasil ditangkap. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh Unit I Reskrim Polsek Sukolilo pelaku sudah melakukan aksinya di 6 TKP yang berbeda.
Di antaranya:
- TKP parkiran Indomaret Keputih Sukolilo pada Oktober 2024 dengan hasil Beat warna Biru Putih di jual ke Tanah merah Bangkalan seharga Rp2.500.000;
- Gang Makam Keputih Sukolilo pada Oktober 2024;
- Keputih - Sukolilo jalan Perintis gang 3/9 Surabaya akhir bulan Oktober 2024 hasil Honda Beat warna kuning d jual dengan harga Rp2.200.000;
- Samping gang Makam Keputih Sukolilo bulan Oktober 2024 minggu ke 3 hasil Honda Versa dijual Rp. 2.000.000;
- Depan makam TPU Keputih -Sukolilo bulan Oktober hasil Honda Supra 124 warna abu abu dijual dengan harga Rp2.200.000;
- dan Bundaran ITS Sukolilo pada awal November 2024 hasil Honda Beat Putih-Biru dijual Rp2.500.000.
Jamaludin mengaku, yang berperan mencari target korban adalah Bahrul. Setelah berhasil mendapatkan motor curian lantas dijual ke Tanah Merah, Bangkalan, Madura.
“Yang memilih tempat untuk mencuri ya teman saya. Setelah menjual barang curian hasilnya kami bagi dua,” kata Jamaludin di Polsek Sukolilo dengan kondisi menahan rasa sakit di kaki nya. (rus/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




