“Tak cuma bidang tanah, kita juga akan mendaftarkan bangunan yang ada. Kita juga akan mulai masuk wilayah model 3D (3 Dimensi), di mana 2/3 penduduk kita tinggal di perkotaan, sehingga wilayah model 3D adalah sebuah keniscayaan. Nantinya kita juga punya data bidang tanah yang dapat dimanfaatkan dengan mudah oleh publik, misal ada yang mengembangkan dari sisi wilayah yang memiliki potensi bencana, wilayah potensi bisnis, beserta demografinya,” jelas Virgo Eresta Jaya.
Hadir sebagai salah satu perwakilan universitas penerima hibah, Rektor Institut Teknologi Padang, Hendri Nofrianto.
Ia mengaku senang mendapat bantuan hibah peralatan survei dan pemetaan dari Kementerian ATR/BPN. Ia juga mengatakan bahwa alat ini akan dimanfaatkan untuk pembuatan peta bidang di provinsi Sumatra Barat.
“Sumatra Barat itu terdiri dari 19 kota/kabupaten. Yang bermasalah itu kabupaten karena terdiri dari banyak Nagari (sebutan desa di Sumbar, red). Ini banyak Wali Nagari yang datang ke ITP untuk minta dibikinkan peta. Selain peta, kita juga akan beri sistem terkait informasinya. Jadi hari ini, kita siap berkolaborasi, nanti mohon arahan karena nanti kita juga akan bertemu dengan Kepala BPN di wilayah maupun kabupaten/kota,” ujar Hendri Nofrianto.
Dalam kegiatan ini, 11 Perguruan Tinggi yang menandatangani Perjanjian Kerja Sama dan mendapat hibah antara lain Institut Teknologi Bandung; Universitas Gadjah Mada; Institut Teknologi Sepuluh Nopember; Universitas Diponegoro; Universitas Lampung; Institut Teknologi Sumatera; Universitas Wiyata Mukti; Institut Teknologi Nasional; Institut Teknologi Padang; Universitas Pakuan; serta Institut Teknologi Nasional Malang.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Ditjen SPPR serta perwakilan 11 perguruan tinggi penerima hibah. (afa/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




