Suasana di acara debat perdana Pilbup Tuban 2024
Sebelumnya, saat debat berlangsung, Paslon 01 Riyadi-Wafi mengingatkan pentingnya perbaikan data dan memastikan kader posyandu cakap dalam mengoperasikan alat timbang, alat ukur, agar indikator stunting sesuai dengan standar dari Kementerian Kesehatan.
"Termasuk pencegahan terjadinya pernikahan dini dan tekanan psikis. Oleh karena itu, perlu adanya beasiswa gratis untuk jenjang SMA agar anak muda tidak buru-buru menikah," ucap Riyadi.
Riyadi juga sempat menyinggung soal anggaran dana stunting yang diduga digunakan untuk mencetak baliho.
Hal itu langsung ditanggapi oleh paslon 02. Cabup Aditya Halindra Faridzky mengatakan, jika tahun 2021 lalu angka stunting mencapai angka 26 persen, dan saat ini angka stunting di Tuban sudah turun di 17,1 persen.
"Sudah ada screening kesehatan untuk mencegah stunting, misalnya ditemukan anemia maka remaja putri akan diberikan tablet penambah darah, kalau terindikasi stunting akan diberikan penambah gizi. Apalagi permintaan dispensasi menikah juga telah menurun," ucap Lindra.
Menanggapi soal dugaan anggaran dana stunting untuk cetak baliho, Lindra mengaku jika pembuatan baliho menjadi salah-satu cara untuk sosialisasi progam.
"Seharusnya tidak ada masalah kalau memang tujuannya untuk sosialisasi," timpalnya. (wan/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




