Siti Humairoh, ibu korban menunjukkan foto D semasa hidup. Foto: Rusmiyanto/BANGSAONLINE
BANGSAONLINE pun mencoba menggali informasi ke kediaman korban. Dikatakan ibu korban, Situ Humairoh (30), korban yang merupakan anak pertama dari dua bersaudara itu berpamitan sekira 13.00 WIB bermain ke kawasan Kalilom lor bersama temannya.
“Jarak 2 jam putra saya berpamitan, dan sekitar pukul 14.40 wWIBib seorang pria mengendarai Honda Scopy putih bersama F tetangga korban datang kerumah, pria itu mengatakan bahwa Dani pingsan di kolam renang. Saya kaget langsung menuju kolam renang itu,” ujar wanita yang disapa Mei itu.
Betapa terkejutnya saat melihat putranya sudah tergeletak di tepi kolam renang dengan posisi sudah tak bernyawa.
“Saya marah kenapa anak saya kok dibiarkan begini tidak diberikan pertolongan pertama dengan melarikan ke rumah sakit terdekat. Jadi gak benar kalau pemilik kolam renang itu langsung membawa anak saya ke klinik Adem Ayem, yang mengotong anak saya itu adalah saya bukan dia (pemilik kolam renang),” tambah Mei.
Mei pun membantah pengakuan yang mana Darno mengaku korban ditemukan duduk lemas di pinggir kolam.
“Jadi keterangan teman dan sepupu putra saya, bahwa anak saya terapung di air bukan bersandar di tepi dalam kolam. Mengetahui putra saya mengapung lah si pemilik kolam mengangkat dan menyadarkan, begitu,” tegas Mei
Atas kejadian yang merenggiut nyawa putranya. Mei pun bakal memperkarakan pemilik kolam ke pihak berwajib.
“Sudah anak saya meninggal dunia tapi pemilik kolam renang tidak ada itikad baik ke saya. Dia saja tidak mengucapkan maaf apalagi membantu pemakaman putra saya. Saya tidak terima atas meninggalnya putra saya dan pak Polisi harus mengungkapnya,” tutup Mei. (rus/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




