Didukung Abpednas Mojokerto, Gus Barra Berharap Desa Bisa Mandiri dan Sejahtera

Didukung Abpednas Mojokerto, Gus Barra Berharap Desa Bisa Mandiri dan Sejahtera Deni Purwantining Tyas, Abdul Syukur, Prof Dr KH Asep Saifuuddin Chalim, MA, Dr Achmady, Gus Barra dan Rizal Octavian dalam acara Rakor DPC Abpednas) Kabupaten Mojokerto di Aula Universitas KH. Abdul Chalim (UAC) Pacet, Mojokerto, Selasa (14/8/2024). Foto: M. Sulthon Neagara/bangsaonline

MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional () Kabupaten Mojokerto menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) di Aula Universitas KH. Abdul Chalim (UAC) Pacet, Mojokerto, Selasa (14/8/2024). Acara ini digelar untuk menghidupkan kembali DPC Mojokerto yang telah vakum sejak tahun 2020 lalu.

“Hari ini sangat bangga sekali, karena kita vakum dari bulan Maret 2020 lalu karena covid, sehingga kita gak pernah bertemu sama sekali. Kita sempat bimbang, Adpednas ini ada atau tidak? Tapi pertemuan ini adalah rapat koordinasi untuk bangkit kembali Adpednas Mojokerto,” ucap Ketua DPC Kabupaten Mojokerto Mulyadi saat menyampaikan sambutan di depan ratusan pengurus dan anggotanya.

Yang menarik, dalam Rakor itu semua sepakat mendukung Dr Muhammad Al Barra sebagai bupati Mojokerto dan dr Muhammad Rizal Octavian sebagai calon wakil bupati. Mereka tak segan-segan memekikkan yel-yel Gus Barra bupati Mojokerto dan Rizal wakil bupati Mojokerto.

Bahkan Abdul Syukur, Sekretaris Jawa Timur terang-terangan minta agar DPC Kabupaten Mojokerto bersatu mendukung Barra-Rizal yang disingkat Mubarok. Menurut dia, DPC Kabupaten Mojokerto harus mendukung dan punya akses kepada karena ke depan putra Prof Dr KH Asep Saifudddin Chalim itu akan menentukan kesejahterakan mereka.

Sikap senada juga disampaikan Deni Purwantining Tyas, Wakil Ketua Umum DPP . Menurut dia, Kabupaten Mojokerto harus mendukung dan Rizal. Ia semula bercerita bahwa dirinya mempunyai kedekatan dengan warga Mojokerto, khususnya dengan jajaran pengurus DPC Adpednas.

Ia kemudian memuji kepemimpinan Dr Achmady, ayahanda Rizal Octavian, saat menjabat sebagai Bupati Mojokerto tahun 2000-2008. Menurut dia, kepemimpinan Bupati Achamdy sangat bagus. Ia berharap kepemimpinan itu bisa dilanjutkan oleh dan Rizal sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto periode 2025-2030.

“Kepemimpinan Pak Achmady sudah bagus, terutama soal pembangunan, kalau sudah bagus kenapa gak dilanjutkan saja sama ?” ucapnya sembari tersenyum saat menyampaikan sambutan. Achmady yang hadir dalam acara itu tampak tersenyum.

Menurut dia, acara Rakor bersama ini untuk kepentingan warga dan pengurus Mojokerto. “Kegiatan ini untuk tunjangan jenenengan, “ kata Deni Purwantining Tyas sembari mengatakan menyebut nilai tunjangan yang masih sangat kecil.

Baik Abdul Syukur maupun Deni Purwantining Tyas bisa memberikan perhatian sekaligus kesejahteraan jika terpilih sebagai bupati.

Menanggapi hal itu, merespos positif. mengaku akan terus berupaya untuk menjadikan Mojokerto adil, maju, makmur, dan sejahtera. Termasuk soal tunjangan pengurus dan anggota Mojokerto. Gus Barra juga mengaku sudah mendengarkan seluruh aspirasi masyarakat demi mewujudkan cita-citanya untuk Mojokerto, termasuk aspirasi yang disampaikan .

“Kita bisa diskusi gimana peningkatan kesejahteraan teman-teman Mojokerto ini, tidak ada yang tidak mungkin, semua bisa kita lakukan dan insyaallah ketika anggaran kita cukup, maka insyaallah hak-hak itu akan kita berikan sepenuhnya kepada masyarakat. Anggaran itu untuk masyarakat, mari kita berjuang bersama untuk menyejahterakan. Saya sudah keliling se-Kabupaten Mojokerto, saya sudah menampung itu semua, maka kelak itu akan jadi tugas saya untuk saya selesaikan demi kesejahteraan mereka,” paparnya.

Ia berharap ke depan desa-desa di Mojokerto bisa menjadi desa mandiri dan rakyatnya Sejahtera.

“Yang penting kita solid dulu,” harap .

Sedangkan Prof Dr KH Asep Saifuuddin Chalim, MA,  mengatakan bahwa orientasi seorang pemimpin, terutama bupati, haruslah kesejahteraan rakyat. Ia mengutip kaidah fikih tasyaraful imam ‘alarra’iyah manuthun bil-maslah.

“Bahwa kebijakan seorang pemimpin harus diorientasikan kepada kesejhateraan rakyatnya,” kata Kiai Asep.

Karerna itu ia menyesalkan kebijakan pemimpin saat ini yang orientasinya tidak berpihak ke rakyat. Putra KH Abdul Chalim, pahlawan nasional, itu menegaskan bahwa tugas utama bupati adalah untuk mensejahterakan rakyat. Bukan untuk kepentingan pribadi dan keluarga.

“Kalau untuk kepentingan pribadinya, kelurganya, suaminya, tanggung jawab untuk mensejahterakan masyarakat tidak terwujud,” ucap Kiai Asep.

Kiai Asep berpesan kepada Barra-Rizal bahwa terdapat lima kunci yang harus dijaga untuk menuju kemenangan. “Yang pertama adalah jujur, amanah, kedua harus disiplin, ketiga memiliki akhlak yang mulia, keempat damai, dan kelima kerja keras. Insyaallah berhasil,” pesan Kiai Asep yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Pergunu tersebut.

Di penghujung acara, sebelum Kiai Asep memimpin doa, ia sempat menyampaikan bahwa perkembangan survei terbaru, presentase terus meningkat. “Survei tadi malam 59% sedangkan Bu Ikfina 35%. Naik terus gak pernah turun,” pungkasnya bersyukur.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Sedekah dan Zakat Rp 8 M, Kiai Asep Tak Punya Uang, Jika Tak Gemar Bersedekah':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO