Syaf Anton WR, Budayawan Sumenep.
SUMENEP, BANGSAONLINE.com - Ratusan event Pemkab Sumenep yang disajikan oleh Dinas Kebudayaan Pemuda Olahraga dan Pariwisata selama 2024 menuai kritik dari kalangan budayawan dan pemerhati budaya.
Budayawan Sumenep, Madura, Syaf Anton WR, menyebut 104 kegiatan yang masuk dalam Calendar of Event 2024 Pemkab Sumenep kurang mendapat apresasi dari masyarakat dan minim pemberdayaan kebudayaan.
BACA JUGA:
- Bupati Fauzi Pangkas Jam Kerja ASN Sumenep Selama Ramadhan 1447 H
- Lakukan Pendataan, BPBD Sumenep Sebut Pemkab akan Perbaiki 198 Bangunan Rusak akibat Puting Beliung
- Lampaui Target, Realisasi Investasi Sumenep 2025 Tembus Rp2 Triliun Lebih
- DBHCHT Sumenep 2026 Turun jadi Rp33,1 M, DPRD Ingatkan Pemkab Soal Skala Prioritas Program
Menurutnya, event-event tersebut hanya menonjolkan kualitas daripada kuantitas.
"Sedikit sekali budayawan yang dilibatkan dalam event Pemkab Sumenep. Dan coba lihat hasilnya, event itu sekadar program kegiatan, tidak ada konsep pengembangannya. Itu karena sedikit atau bahkan tidak ada seniman yang dilibatkan," ujar Anton kepada BANGSAONLINE.com saat ditemui di kediamannya, Perumahan Bumi Asri Sumenep, Selasa (13/8/2024).
Ia menilai event yang ditampilkan Pemkab Sumenep melalui Disbudporapar gagal mengundang daya tarik.
"Coba tanyakan ke seniman atau masyarakat yang paham menikmati pertunjukan, pasti mereka bilang tidak menarik. Ya, karena tujuan dari event itu pasar, bukan kesenian, tradisi, dan budaya," tandasnya.
Karena itu, Anton menyayangkan 104 Calender of Event Sumenep, mengingat agenda tersebut menyedot anggaran besar, namun kurang menghasilkan daya tarik masyarakat, kecuali untuk peningkatan ekonomi rakyat.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




