Aktivis HMI saat demo di kantor Dishub Gresik. Foto: Ist.
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Puluhan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang (P) Gresik menggelar aksi demo di depan kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Gresik, Kamis (6/6/2024).
Aksi ini sebagai bentuk kekesalan mereka atas kinerja Dishub Gresik yang dinilai kurang tegas dalam menegakkan aturan. Antara lain, membiarkan truk tambang galian C yang tak menutup muatannya dengan terpal sehingga membahayakan pengguna jalan.
BACA JUGA:
- Pemkab Gresik Sediakan 750 Kuota Mudik Gratis Idulfitri 2026
- Eks Kadishub Gresik: Parkir Bandar Grissee Bisa Gunakan Aset Pemkab Tanpa Bongkar Cagar Budaya
- Satlantas Polres Gresik Edukasi Driver Transjatim: Prioritaskan Keselamatan, Jangan Ugal-ugalan
- Eks Kadishub Gresik Beberkan Strategi Capai Target PAD Parkir
Selain itu, massa juga menyoroti masih maraknya parkir liar dan kemacetan jalan.
"Parkir liar sangat rawan terjadinya pungutan liar (pungli), ketidaktertiban dalam penerbitan analisis mengenai dampak lingkungan (Amdalalin) mengakibatkan kemacetan jalan, sehingga membahayakan para pengguna jalan yang berpapasan langsung dengan truk pemuat galian," ujar Ketua HMI Cabang (P) Gresik, Alex Bahruddin, saat memimpin aksi.
Alex menilai kondisi ini terjadi karena minimnya monitoring dan langkah preventif yang dilakukan Dishub Gresik. Untuk itu, ia menyampaikan 3 tuntutan agar ditindaklanjuti Dishub Gresik.
Pertama, menuntut Dishub Gresik mengoptimalikan Amdalalin sesuai dengan Perda No 4 tahun 2017.
Kedua, mendesak Dishub Gresik menjalankan razia pelanggaran Amdalalin secara sistematis dan konkret.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




