Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat menyampakan pidato politik di Hotel Avenzel, Kota Bekasi, Rabu malam, 7 Februari 2024. Foto: TVONE
JAKARTA, BANGSAONLINE.com – Ini menarik. Meski Jenderal (Purn) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bergabung dengan 02 yaitu Capres-Cawapres Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, tapi tetap kritis terhadap kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat itu menilai rakyat Indonesia mengalami tekanan dan kesulitan dalam lima tahun terakhir.
BACA JUGA:
- Prabowo Undang Sejumlah Tokoh ke Istana, Bahas Isu Geopolitik
- Gelar Pendidikan Politik Kader, Demokrat Gresik Targetkan 10 Kursi di Pemilu 2029
- Roy Suryo dan Rismon Sianipar Tersangka Kasus Ijazah Jokowi, Polisi Ungkap Dua Klaster
- KPK Dianggap Tak Masuk Akal, Mahfud MD: Jika Mau Selidiki Dugaan Mark up Whoosh Tak Perlu Laporan
Kenapa? Menurut SBY, karena tingkat kesejahteraan menurun dan ekonomi melambat.
"Rakyat Indonesia merasakan, 5 tahun terakhir ini hidupnya mengalami tekanan dan kesulitan. Bukan hanya akibat pandemi Covid-19, tetapi juga, karena ekonomi yang melambat dan tingkat kesejahteraan yang menurun," tegas SBY dalam pidato politiknya di Hotel Avenzel, Kota Bekasi, Rabu malam, 7 Februari 2024.
SBY berharap usai pemilu 2024 masa depan rakyat Indonesia lebih baik. Selain itu, ia juga berharap Indonesia makin maju, damai, dan sejahtera dalam lima tahun mendatang.
Menurut SBY, rakyat menaruh harapan besar kepada pemimpin baru hingga wakil rakyat di DPR dan DPD RI.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




