Achmad Nadhori, Ketua Bawaslu Gresik. Foto: Ist.
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Gresik menindaklanjuti deklarasi 330 kepala desa (kades) anggota asosiasi kepala desa (AKD) yang bergabung dengan Relawan Jawi Wetan Pro Jokowi di Hotel Horisson, Gresik, 3 Januari 2024 lalu.
Ketua Bawaslu Kabupaten Gresik Achmad Nadhori mengatakan pihaknya sudah memanggil 5 orang untuk dimintai keterangan.
BACA JUGA:
- Targetkan 9 Kursi di Pemilu 2029, Golkar Gresik Gencarkan Konsolidasi hingga Tingkat Desa
- Ketua DPRD Gresik Minta Kades Tak Tergesa-gesa Jalankan Kopdes Merah Putih
- Tim Pendukung Kotak Kosong Sudah Siapkan Bukti Jelang Sidang Gugatan di MK
- Pascaputusan MK, PDIP Gresik Minta Bawaslu Tindak Pejabat dan TNI-Polri Tak Netral di Pilkada 2024
"Ada yang dari Kordinator Relawan Jawi Wetan Pro Jokowi Gresik Adi Sarminto, perwakilan AKD, dan pihak hotel tempat diselenggarakan deklarasi," ucap Nadhori kepada BANGSAONLINE.com, Jumat (19/1/2024).
Untuk perwakilan AKD Kabupaten Gresik adalah Nurul Yatim selaku ketua. Nadhori menyebut bawaslu masih akan memanggil satu pihak lagi.
"Dari keterangan mereka, kegiatan itu tak ada kaitannya dengan pilpres. Tak ada dukung mendukung paslon tertentu. Deklarasi tersebut biayanya murni iuran para kepala desa," terangnya.
Meski demikian, Bawaslu Gresik meminta arahan ke Bawaslu Jatim dalam penangan perkara tersebut, sebelum melakukan rapat dengan sentra penegakkan hukum terpadu (gakkumdu) untuk mengambil kesimpulan dan keputusan.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




