Jangan Salah Pilih, Berikut Celana yang Seharusnya Digunakan saat Mendaki Gunung

Jangan Salah Pilih, Berikut Celana yang Seharusnya Digunakan saat Mendaki Gunung Ilustrasi.

Walaupun demikian, celana training memiliki kekurangan ketika digunakan saat mendaki. Mengingat cuaca di gunung yang serba tidak menentu, ketika terjadi hujan, kain ini akan terasa berat dan lama untuk kering.

Celana Softshell

Celana shoftshell adalah celana yang sering digunakan para pendaki, biasanya berbahan campuran antara nilon dan polyester sintetis. Memiliki fitur windproof dan waterproof sehingga tahan terhadap terpaan angin dan tidak mudah basah.

Di bagian dalam dilapisi dengan kain fleece yang lembut dan hangat. Selain itu, bahannya yang quick dry juga sangat membantu ketika terkena air. Keunggulan yang terakhir, celana ini sangat ringan sehingga mampu mengakomodasi ketika berjalan di pegunungan.

Kekurangan dari celana shoftshell adalah tidak mempunyai banyak kantong seperti celana cargo.

Celana Jeans

Yang terakhir adalah celana jeans. Celana yang sering kita jumpai di perkotaan, modelnya stylish, namun sangat tidak direkomendasikan menggunakan celana ini saat mendaki gunung.

Mengapa? Celana jeans dibuat dari bahan denim, yaitu tekstil katun atau campuran kapas yang cukup kuat.

Bahan denim ini tidak ringan seperti celana gunung pada umumnya. Mungkin masih bisa menahan terpaan angin, namun jika terkena hawa dingin, celana ini cenderung ikut terasa dingin. Jika terkena hujan, celana jeans sangat lama untuk kering, juga akan terasa sangat berat sehingga tidak nyaman ketika berjalan.

Walaupun sangat tidak direkomendasikan, masih banyak yang menggunakan celana jeans ketika hiking, terlebih pendaki pemula yang sering menggunakannya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO