Sejumlah KPPS yang dinyatakan tidak lulus ketika mendatangi sekretariat Panwascam Kedungdung (Foto: MUTAMMIM/BANGSAONLINE)
"KPU tidak mau berandai-andai tapi tetap akan mencari titik permasalahanya. Jika nanti telah diketahui pastinya akan diberi pembinaan dan lain sebagainya," tegasnya.
Sebelumnya, Muhammad Amin, selaku partisipan mengatakan bahwa pengumuman dari KPU Sampang melalui website resminya berbeda jauh dengan hasil pleno PPS Desa Moktesareh.
"Ada 24 nama dinyatakan lolos seleksi dan masuk pleno PPS, tetapi tidak ada di pengumuman website KPU Sampang. Kok bisa?," ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (5/1/2024).
Ia menduga, berubahnya 24 nama KPPS di website KPU Sampang dilakukan oleh oknum yang mempunyai kepentingan di Pemilu 2024.
Oleh karena itu, ia meminta Panwascam Kedungdung untuk menelusuri dugaan kecurangan ini.
"Curangnya ini sangatlah jelas sekali, 24 nama orang itu dinyatakan lolos seleksi calon anggota KPPS tapi kenapa berubah nama orang lain," katanya.
Amin menambahkan, PPS Desa Moktesareh juga telah memampang nama-nama calon anggota KPPS sebanyak 70 orang.
Namun, 24 nama calon diantaranya tergantikan nama orang lain yang tidak masuk pleno PPS.
"Hasil pleno PPS telah diumumkan tapi sekarang sudah hilang di sekretariat PPS. Kami mempunyai buktinya, jadi jangan coba bermain dalam kecurangan," pungkasnya.(tam/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




