Konfercab NU Kota Cihami dibuka oleh Wali Kota Cimahi Hj Atty Suharti. Ibu Wali kota ini mengaku bangga dan senang bekerjasama dengan NU untuk membangun kota Cimahi yang religius.. Foto: cikalnews.com
Karena itu, tegas dia, tak ada cara lain selain melakukan perlawanan. ”Harus yakin dengan kekuatan Allah SWT. Kita harus membuat perlawanan dengan cara sistematis, strategis, elegan, berani, yakin percaya diri, ikhlas lillahi ta’ala,” katanya.
”Karena kedzaliman yang sudah terorganisir bisa mengalahkan kebenaran yang tercera berai,” tambahnya sembari minta muktamirin berkomitmen untuk menjaga keutuhan NU.
Ia juga mengingatkan agar pengurus NU melakukan konsolidasi kader yang berkomitmen untuk menjaga keutuhan dan kemurnian NU. ”Pimpinan NU untuk periode ke depan harus steril dari paham-paham di luar paham NU. Pimpinan NU ke depan harus kader yang militan ke-NU-annya dan terukur jejak rekam kiprah ke-NU-annya,” katanya.
Secara terang-terangan ia menyebut nama KHA Hasyim Muzadi yang paling pantas untuk diamanati sebagai Rais Am Syuriah PBNU, sedang untuk Ketua Umum Tanfidziah PBNU adalah KH Ir Salahuddin Wahid (Gus Solah).
Menurut dia, duet Kiai Hasyim Muzadi dan Gus Solah ini sangat pas karena sama-sama punya kemampuan organisasi dan manajerial. Ia yakin, duet dua kiai ini bisa mengembalikan martabat dan kekokohan NU secara organisasi setelah lima tahum terakhir ini NU gagal menjalankan roda organisasi secara baik dan kuat. ”Pemimpin NU ke depan harus punya kemampuan manejerial,” katanya berulang-ulang.
Selain itu, tegas dia, pemimpin NU ke depan harus berani melawan kelompok yang dhalim yang berupaya merusak NU. “Pemimpin NU harus berani, benar, tegas, konseptual, ikhlas dan konsisten,” katanya. (tim)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




