PWNU Gorontalo menggelar sarasehan sumbangsih NU untuk bangsa yang dihadiri KH A Hasyim Muzadi. Foto: humasprotokol.gorontaloprov.go.
Menurut dia, PWNU yang mendukung AHWA hanya sedikit. ”Hanya DKI, Jawa Barat, Jawa Timur. Jawa Timur pun pecah,” katanya.
Sekedar informasi, dalam Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) PWNU Jawa Timur pada 13 Juni 2015 sebanyak 40 PCNU dari 44 PCNU se-Jawa Timur menolak AHWA. ”Kalau (PWNU) di luar Jawa menolak (AHWA) semua,” katanya.
(Baca juga: 40 PCNU dari 44 PCNU se-Jawa Timur Menolak AHWA dalam Musker PWNU Jatim)
Meski demikian ia mengingatkan agar para peserta Muktamar tidak lengah. Menurut dia, pengalaman kasus Munas yang direkayasa sedemikian rupa, maka dalam Muktamar pun bisa jadi juga direkayasa. Apalagi lokasi Muktamar yang tak terkonsentrasi pada satu tempat. Bahkan lokasi Muktamar berpencar ke empat pesantren, di samping pembukaan dan pleno di alun-alun Jombang.
”Melihat tempat sidang komisi yang berjauhan dengan tempat penginapan, bisa jadi penjemputan peserta nanti telat. Lalu sidang belum kuorum sudah didok dengan alasan tak ada peserta,” katanya.
Seharusnya, kata dia, cara-cara tak etis dan tak sesuai dengan ahklak NU jangan dilakukan, meski ingin memenangkan jagonya. ”Semoga saja ada keajaiban,” doanya.
Kabarnya, sidang komisi organisasi ditempatkan di Pesantren Mambaul Maarif Denanyar Jombang. Sementara sidang komisi yang tak penting seperti rekomendasi ditempatkan di Pesantren Tebuireng.
Dari serangkaian rekayasa yang selama ini sudah terjadi semakin jelas, calon mana yang ambisi dan mana yang lillahi ta’ala untuk memperbaiki dan memajukan NU. ”Seharusnya, meski takut kepada seorang tokoh (calon) tertentu, jangan melakukan like and dislike secara berlebihan,” katanya sembari menegaskan bahwa ia secaa pribadi cenderung mendukung KHA Hasyim Muzadi sebagai Rais Am .
Ia menilai bahwa dalam Muktamar inilah nanti akan ditentukan. Menurut dia, pertarungan dalam Muktamar dipastikan sengit. Apalagi kalau PBNU dan panitia memaksakan kehendak melawan aspirasi mayoritas Muktamirin. ”Bisa jadi nanti terjadi people power dan walk out. Karena itu saya berpentingan hadir untuk menyaksikan,” tegasnya. (tim)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




