Mbah Muhith, Penggagas Khittah NU Menolak AHWA

Mbah Muhith, Penggagas Khittah NU Menolak AHWA KH Abdul Muhith Muzadi, santri Hadratussyaikh Hasyim Asy'ari dan KHA Wahid Hasyim, dikenal sebagai penggagas khittah dan Ahwa dalam Muktamar NU ke-27 di Situbondo Jawa Timur.

Menurut dia, sekarang NU sudah mulai kesusupan paham luar Aswaja. ”PBNU sudah ada indikasi kuat kemasukan orang yang tidak segaris dengan NU,” katanya dengan air mata yang berlinang.

Mbah Muhith berharap agar PWNU dan PCNU bermusyawarah menyikapi AHWA dan perkembangan yang ada di NU. Ia juga berharap Kiai Hasyim Muzadi membicarakan dengan para kiai. ”Sampai saat ini Hasyim Muzadi tidak pernah bicara itu dengan saya. Ya, seperti saat ini Hasyim Muzadi ada di forum HAM PBB di Jenewa, FGD di Belanda, dan Mesir, saya tahu hanya dari media dan informasi dari anak-anak,” tutur Mbah Muhith.

”Saya sebenarnya ingin silaturrahim dengan beberapa Kiai dan habib, termasuk Habib Lutfi Pekalongan. Informasinya ulama thariqah minta Hasyim Muzadi jadi Rais Am. Kalau memang itu diperlukan monggo, asal semuanya melalui musyawarah dengan para kiai dan pengurus NU,” katanya.

Sebelumnya, BANGSAONLINE.com memberitakan bahwa dalam Munas itu peserta yang menolak AHWA tak bisa bicara leluasa. Ketua PWNU Banten KH Makmur Masyhar mengungkapkan bahwa setiap PWNU berbicara langsung dipotong oleh pimpinan sidang jika arahnya menolak AHWA. Karena itu ia menilai Munas telah direkayasa secara vulgar. Rais Syuriyah PWNU Bengkulu, KH. Abdullah Munir juga menyatakan bahwa Munas itu tak sah karena diwarnai kebohongan (23/6/2015).

(Baca juga: PWNU Banten Ungkap Kecurangan Munas NU: Setiap Mau Ngomong Dipotong)

(Baca juga: PWNU Bengkulu Ungkap Kecurangan: Munas NU Tidak Sah, Diwarnai Kebohongan)

Bahkan Rais Syuriah Sulawesi Tengah Dr KH Jamaluddin Maryajang menilai PBNU telah merendahkan PWNU dan PCNU, terutama karena memaksakan AHWA dalam Munas. Kiai Jamaluddin menilai bahwa penolakan AHWA yang massif tapi tak digubris oleh PBNU bakal berimplikasi serius bagi PBNU.

(Baca juga: Dr KH Jamaluddin, Rais Syuriah Sulteng: PBNU Langgar Organisasi dan Lecehkan AD/ART)

Penilaian hampir serupa disampaikan KH Drs. H. A. Ghozali Masruri, salah seorang tokoh NU pelaku sejarah AHWA dalam Muktamar NU ke-27 pada 1984 di Situbondo. Ia menyayangkan langkah PBNU menggelar Munas yang ternyata direkayasa untuk menggiring peserta kepada AHWA pada Sabtu (14-15/6/2015). ”Ini kondisioning,” kata Kiai Ghozali Masruri kepada BANGSAONLINE.com, Senin (15/6/2015).

“Kalau ada apa-apa saya tak bertanggungjawab terhadap Allah SWT,” katanya. (hms).

(Baca juga: KH Ghozali Masruri: Munas Kondisioning, Saya tak Bertanggung Jawab kepada Allah)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Mobil Dihadang Petugas, Caketum PBNU Kiai As'ad Ali dan Kiai Asep Jalan Kaki ke Pembukaan Muktamar':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO