Inul Dwi Astuti (kanan) saat meninjau proses belajar mengajar di SD Negeri Sukorejo. Foto: MUJI HARJITA/ BANGSAONLINE
Menurut dia, alasan berkurangnya murid di kedua SD ini karena orang tua mempunya pilihan sekolah yang lebih strategis dan aman bagi anaknya. Lebih-lebih khususnya, lokasi SD Sukorejo itu berada sangat dekat dengan jalan raya Kediri-Pare.
"Sedangkan untuk SD Negeri Ringinrejo yang berada di sebelah Kecamatan Ringinrejo itu memang tidak ada muridnya karena sedang proses merger dan gedungnya akan digunakan untuk SMK," ujar Muhsin.
Dengan adanya kasus kekurangan murid tersebut, pihaknya akan melakukan evaluasi dan introspeksi.
"Fenomena itu terjadi karena kemungkinan adanya persaingan dengan sekolah swasta yang kini banyak bermunculan. Bahkan, bisa jadi masyarakat menilai jika sekolah swasta yang dipilih tersebut lebih baik," imbuhnya.
Muhsin tak mempermasalahkan adanya SDN yang kekurangan atau tidak dapat murid sama sekali karena tertampung di sekolah lain. "Yang kita khawatirkan apabila di desa itu tidak ada anak yang sekolah, sehingga hal itu harus kita tuntaskan," ujarnya.
Ditegaskan Muhsin, Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri saat ini sedang melakukan kajian dan kerja sama dengan perguruan tinggi terkait dengan rencana untuk melakukan merger.
"Itu memang hal yang wajar dan ini juga menjadi pekerjaan rumah yang wajib bagi kami untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas standar pendidikan, tenaga pendidik, serta sarpras," pungkasnya. (uji/git)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




