Mahfud MD dan Yandri Susanto saat ziarah ke makam KH Abdul Chalim didampingi Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim di Leuwimunding Majalengka Jawa Barat, Sabtu (17/6/2023). Foto: mma/bangsaonline.com
Yandri juga punya penilaian khusus terhadap sosok KH Abdul Chalim, ayahanda Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA.
Ia mengaku bangga dan haru, terutama karena bisa ziarah ke makam KH Abdul Chalim sebelum hadir ke Rakernas Pergunu.
Yandri ziarah ke makam Kiai Abdul Chalim bersama Mahfud MD dan Prof KH Asep Saifuddin Chalim. Usai tahlil yang dipimpin Kiai Asep, Mahfud MD dan Yandri menaburkan bunga ke pusara Kiai Abdul Chalim dan cucu serta ipar Kiai Abdul Chalim.
"Menurut saya ada tiga (tentang Kiai Abdul Chalim). Pertama, Kiai Abdul Chalim adalah pejuang. "Literasinya sangat kuat. Jejaknya bisa dipertanggungjawabkan," tegas Yandri.
Kedua, kata Yandri, Kiai Abdul Chalim adalah ulama. "Kalau bukan ulama tak mungkin melahirkan ulama besar seperti Kiai Asep Saifuddin Chalim," katanya.
Ketiga, tegas Yandri, Kiai Abdul Chalim adalah politisi. "Kiai Abdul Chalim pernah jadi amggota MPR," tegas Yandri.
"Karena itu tak ada alasan bagi pemerintah untuk tak mengakui sebagai pahlawan," ujar Yandri. (mma)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




