DPRD Kabupaten Malang Gelar Paripurna Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2022

DPRD Kabupaten Malang Gelar Paripurna Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2022 Rapat paripurna yang berlangsung di DPRD Kabupaten Malang.

Dari sisi belanja daerah, dialokasikan sebesar 4 triliun 784 miliar 54 juta 119 ribu 422 rupiah, terealisasi sebesar 4 triliun 330 miliar 508 juta, atau 90,52%.

Adapun belanja daerah tersebut terdiri dari belanja operasi, belanja modal, belanja tidak terduga, dan belanja transfer.

Dari sisi pembiayaan daerah, terdiri dari penerimaan pembiayaan sebesar 541 miliar 921 juta 302 ribu 534 rupiah 30 sen dan pengeluaran pembiayaan sebesar 14 miliar 235 juta 192 ribu 14 rupiah.

Dari hasil perhitungan antara sisi pendapatan dan sisi belanja daerah, terdapat defisit sebesar 311 miliar 554 juta, dan pembiayaan netto sebesar 527 miliar 686 juta.

"Maka terdapat sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa) tahun anggaran 2022 sebesar 216 miliar 131 Jjta. Dan sisa lebih pembiayaan anggaran dimaksud akan dimasukkan dalam perubahan APBD tahun anggaran 2023," urainya.

Secara garis besar disampaikan terkait perkembangan Neraca Daerah Kabupaten per 31 Desember 2022, adalah dari sisi aset, pada tahun anggaran 2022 mencapai 5 triliun 888 miliar 273, mengalami penurunan 5% dibandingkan tahun 2021 sebesar 6 triliun 193 miliar 666.

Kemudian aset lancar, yang merupakan aset yang terdiri dari kas, piutang, dan persediaan pada tahun 2022, sebesar 386 miliar 486 juta, mengalami penurunan 52% dibandingkan tahun 2021 sebesar 803 miliar 906 juta.

Sementara investasi jangka panjang, terdiri dari investasi jangka panjang non permanen, sebesar 5 miliar 88 juta, mengalami kenaikan 4% dibandingkan tahun 2021 sebesar 4 miliar 886 juta; dan investasi jangka panjang permanen.

Sari sisi penyertaan modal pemerintah daerah sebesar 346 miliar 527 juta, mengalami kenaikan 6% dibandingkan tahun 2021 sebesar 328 miliar 202 juta.

Dari aset tetap, aset yang berbentuk tanah; peralatan dan mesin; gedung dan bangunan; jalan, irigasi dan jaringan disampaikan pada tahun 2022 mencapai 5 triliun 116 miliar 413 juta atau mengalami kenaikan 1% dibandingkan tahun 2021 sebesar 5 triliun 44 miliar 538 juta.

Dan aset lainnya, yang terdiri dari kemitraan dengan pihak ketiga, aset tidak berwujud, dan aset lain-lain, pada tahun 2022 sebesar 33 miliar 669 juta atau mengalami kenaikan sebesar 179% dibandingkan tahun 2021 yang sebesar 12 miliar 47 juta 263.

Dari sisi kewajiban, terdiri dari kewajiban jangka pendek, pada tahun 2022 sebesar 71 miliar 582 juta, mengalami kenaikan 12% dibanding tahun 2021 dengan nilai 63 miliar 848 juta.

Dari sisi ekuitas, kekayaan bersih Pemerintah Kabupaten pada tahun 2022 sebesar 5 triliun 816 miliar 690 juta, atau mengalami penurunan 5% dibandingkan tahun 2021 yang sebelumnya 6 triliun 129 miliar 818 juta 40.

Dikonfirmasi usai rapat paripurna, Wabup Didik Gatot Subroto mengatakan pihaknya tahun ini akan berupaya menekan silpa semaksimal mungkin.

"Artinya silpa itu merupakan anggaran yamg tidak terserap. Dan Bapak Bupati meminta untuk 2023 ini anggarannya tidak kurang dari tahun sebelumnya," kata Didik. (dad/mar) 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Warung Bebek Goreng H. Slamet di Kota Malang Terbakar':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO