Kapolsek Mojoroto Kompol Muklason mengimbau warga agar menjauhi Jembatan Brantas Lama dengan menggunakan megaphone. Foto: MUJI HARJITA/ BANGSAONLINE
KOTA KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Meski sudah ada imbauan agar warga tidak beraktivitas di pinggir Sungai Brantas, namun banyak warga yang tetap mendekati bibir Sungai Brantas di Kota Kediri.
Puluhan warga nekat berdiri di pinggir Jembatan Brantas Lama hanya ingin melihat kondisi Sungai Brantas saat tradisi pladu dilakukan oleh Perum Jasa Tirta.
BACA JUGA:
- Kegiatan Mlaku Bareng Dipadati Ribuan Warga PSHT Kota Kediri
- Ini Bantahan Dandim 0809 Kediri soal Viralnya Video Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih
- Halaqah Keuangan Haji Kediri: Strategi BPKH Optimalkan Dana Jemaah dan Solusi Pangkas Antrean
- Wali Kota Kediri Berangkatkan 1.100 Pekerja Hadiri Peresmian Museum Marsinah di Nganjuk
Petugas gabungan dari Polres Kediri Kota, BPBD Kota Kediri, dan Satpol PP Kota Kediri, pun membubarkan kerumunan di atas Jembatan Brantas Lama tersebut, karena dinilai membahayakan.
Bahkan Kapolsek Mojoroto Kompol Muklason langsung turun mengimbau warga agar meninggalkan Jembatan Brantas dengan menggunakan megaphone.
"Bapak-Ibu, dan adik-adik silakan meninggalkan Jembatan Brantas ini, karena sangat berbahaya mengingat arus Sungai Brantas sudah mulai deras," kata Muklason, Senin (6/3/2023) sore.
Sementara Kepala BPBD Kota Kediri Indun Munawaroh, mengatakan malam ini (Senin, 6/3/2023) pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Tujuannya agar masyarakat selalu waspada dan berhati-hati ketika beraktivitas di pinggir sungai.
"Air Sungai Brantas berdasarkan pengamatan kami memang ada peningkatan. Tapi puncaknya diperkirakan terjadi pada pukul 21.00 - 22.00 WIB malam ini," kata Indun.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




