Poltekpel Surabaya menggelar deklarasi anti aksi kekerasan pasca terjadi pemukulan siswa junior hingga tewas.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Anti kekerasan yang dijunjung tinggi oleh Perguruan Tinggi Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Surabaya, ternodai pada 5 Februari 2023.
Hal itu setelah salah satu Siswa Taruna Junior Poltekpel berinisial MFA (19) asal Mojokerto, tewas akibat dipukul oleh siswa taruna senior tingkat 2.
BACA JUGA:
- Ribuan Warga Tumpah Ruah Saksikan Surabaya Vaganza Festival of Lights
- Hendak Ulangi Aksi Serupa, Pemerkosa Mahasiswi Modus Loker Palsu Makassar Ditangkap di Surabaya
- Pasca-Kebakaran Gedung Jantung RSUD Dr. Soetomo, Polisi Gelar Olah TKP, Pasien IGD Masih Trauma
- Aksi Jambret di Surabaya Digagalkan Warga, Pelaku Ditangkap
Polrestabes Surabaya telah menetapkan satu tersangka berinisial AJP (20) dalam kasus tersebut. AJP adalah siswa senior tingkat 2 Poltekpel Surabaya, warga Jl. Banyu Urip, Surabaya.

Saat ini, polisi terus melakukan pemeriksaan kepada saksi-saksi yang terlibat dalam pemukulan korban hingga menyebabkan kematian.
Saat dihadirkan dalam jumpa pers di Mapolrestabes Surabaya, tersangka AJP mengakui telah melakukan pemukulan kepada korban di kamar mandi.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




