Pemberian potongan tumpeng pertama kepada Lurah Wirolegi (kiri) oleh Camat Sumbersari (kanan) sebagai simbol peresmian Sekolah Perempuan Puspita Legi.
Untuk kegiatan awal, sudah ada 50 perempuan yang mendaftar dan turut serta dalam kegiatan sekolah perempuan. Ia berharap ke depan akan semakin banyak dan berlanjut.
"Jadi siapa pun lurahnya nanti, ini (sekolah perempuan) bukan program pribadi," pungkasnya.
Sementara itu, Camat Sumbersari, Regar Jeane Dealen Nangka, menerangkan sekolah perempuan di Wirolegi ini merupakan inisiasi dari para kaum perempuan. Usulan dari warga tersebut kemudian disoundingkan ke Pemkab Jember yang dibidangi oleh DP3AKB.
"Jadi kami sudah koordinasi dengan DP3AKB untuk membentuk sebuah kelurahan yang ramah perempuan dan peduli anak. Sehingga salah satu caranya adalah diwadahi dengan sekolah perempuan. Ini adalah langkah awal. Nanti juga ada program-program pendukungnya," paparnya.
Pihak kecamatan akan memberikan support berupa sekretariat untuk keperluan operasional sekolah perempuan, seperti rapat dan melakukan aktivitas produktif lainnya. "InsyaAlloh di tahun ini," ujarnya.
Sedangkan Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Perempuan DP3AKB Jember, Human, menyatakan akan memberikan dukungan program dalam bentuk pelatihan-pelatihan.
"Ini adalah kerja sama yang sukses. Kalo bisa membentuk embrio-embrio baru lagi di sekolah perempuan ini bagus," ujarnya. (yud/bil/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




