Misi Dagang Gubernur Khofifah di Malaysia Catatkan Transaksi Senilai Rp46,68 Miliar Selama 8 Jam

Misi Dagang Gubernur Khofifah di Malaysia Catatkan Transaksi Senilai Rp46,68 Miliar Selama 8 Jam Gubernur Khofifah saat memimpin East Java Trade Mission and Invesment di Kuala Lumpur, Malaysia.

Dia mengatakan bahwa minat pengusaha Malaysia terhadap Misi Dagang ini cukup tinggi. Bahkan, ada pengusaha pusat perbelanjaan dan mall yang berkeinginan satu blok miliknya diisi produk asal Jatim. Ada tindaklanjut berupa peninjauan market visit ke lokasi tersebut.

Sementara di sektor pariwisata, orang nomor satu di Jatim ini juga menjelaskan berbagai potensi yang dapat dikembangkan. Sebab, hampir 56 juta masyarakat Indonesia melakukan kunjungan wisata ke Jatim. Itu jadi potensi usaha yang menarik untuk dikembangkan.

Karena itu, meyakini ada potensi yang tinggi dalam investasi di bidang pariwisata Jatim khususnya medical tourism. Peluang pengusaha Malaysia untuk masuk Jatim cukup besar. Insya Allah dalam bulan Januari akan ada bussines trip dari Malaysia ke Jatim.

"Kami punya kawasan yang menghasilkan oksigen terbaik di dunia yang layak dikunjungi," jelas .

Mantan Mensos RI itu juga berharap ke depannya ada sport tourism dan medical tourism yang bisa mendorong pertumbuhan investasi, terutama untuk para pelaku usaha wisata Malaysia. Keberadaan fasilitas itu tidak hanya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga tingkat pemberdayaan masyarakat yang bisa memicu kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Duta Besar Indonesia untuk Malaysia Hermono mengucapkan terima kasih atas kehadiran gubernur. Dia menyebut bahwa kegiatan Misi Dagang ke Malaysia merupakan hal benar. Sebab meski pandemi, volume perdagangan kedua terus mengalami peningkatan.

Hermono mengatakan bahwa angka perdagangan Indonesia-Malaysia tahun 2021 mencapai USD 21 miliar dollar AS. Angka tersebut berpotensi naik 36 persen. Sebab hingga akhir Oktober, nilai perdagangan sudah mencapai angka USD 23 miliar. "Saya setuju dengan Ibu . Kita memang tak boleh berdiam dan harus terus bergerak," kata Hermono.

Di mata pengusaha Malaysia, lanjut Hermono, Jatim merupakan provinsi yang memiliki pertumbuhan ekonomi cukup progresif. Itu tidak hanya ditunjang tingginya potensi investasi. Sektor wisata di Jatim juga mendapat perhatian tersendiri bagi pemerintah dan pengusaha Malaysia.

Dalam ekspor Kopi Excelsa perdananya, Koperasi Kopi Wonosalam mencatatkan penjualan sebesar 12 ton atau senilai 360 juta rupiah.

Sejumlah pejabat turut hadir menghadiri kegiatan misi dagang. Seperti Kadisperindag Pemprov Jatim, Kepala DPMTSP, Dirut Bank Jatim, Dirut BPR Bank UMKM, Dirut JGU, Dirut PWU, Ketua Kadin Jatim, Dirut PT SIER, dan Ketua Iwapi Jatim. (dev/mar)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO