Bupati Jember Hendy Siswanto (tengah) memberikan keterangan kepada wartawan usai menghadiri workshop digitalisasi sistem keuangan pondok pesantren.
Sefudin mengungkapkan, inisiasi program keuangan digital ini bermula dari banyaknya keluhan sistem keuangan di pondok pesantren. Di antaranya, banyak orang tua siswa yang kesulitan melakukan pembayaran kewajiban untuk keperluan pendidikan putra-putrinya.
Karena itu, pihaknya menyiapkan perangkat yang telah terintegrasi dengan sistem layanan BSI school platform ke pondok pesantren. Sehingga, sistem layanan keuangan di lingkungan pesantren bisa lebih modern menginuti perkembangan zaman.
Sementara Bupati Jember Hendy Siswanto mengapresiasi program keuangan digital dari BSI untuk pondok pesantren. Mengingat, Jember juga dikenal sebagai kota santri karena terdapat ratusan hingga ribuan pondok pesantren.
"Pemkab dan BSI ini bekerja sama untuk membantu bagaimana membuat satu sistem digitalisasi keuangan Pesantren lebih bagus," tuturnya.
"Sekali lagi, ini untuk membantu memberikan mengurangi beban kiai dan untuk bagaimana keberlangsungan pesantren ke depan," tutupnya. (yud/bil/sis)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




