Hadiri Rakerda REI Jatim, Khofifah Apresiasi Sektor Real Estate Jadi 10 Besar Penyumbang PDRB Jatim

Hadiri Rakerda REI Jatim, Khofifah Apresiasi Sektor Real Estate Jadi 10 Besar Penyumbang PDRB Jatim Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (batik kuning) saat tiba di lokasi Rakerda DPD Real Estate Indonesia (REI) Jawa Timur Tahun 2022.

KOTA BATU, BANGSAONLINE.com - Kinerja dari sektor yang menyumbang pertumbuhan PDRB Jawa Timur cukup besar, mendapat apresiasi dari  .

Berdasarkan data pertumbuhan ekonomi Jatim pada triwulan II tahun 2022 sebesar 5,74% (y-o-y), sektor termasuk 10 besar jenis lapangan usaha yang berkontribusi mendukung pertumbuhan .

“Jadi kontribusi sektor ini harus terkonfirmasi, terutama pada enam daerah yang merupakan daerah prioritas pengembangan properti di Jatim. Yakni Kota Batu, Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Lamongan, dan Kediri,” kata Khofifah saat menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD Real Estate Indonesia (REI) Jawa Timur Tahun 2022 di Hotel Golden Tulip Kota Batu, Rabu (28/9).

Khofifah mengatakan, tidak hanya berkontribusi terhadap pertumbuhan , jumlah tenaga kerja yang bekerja di sektor per Februari 2022 mencapai 450.519 orang atau 0,332% persen dari seluruh tenaga kerja di Jatim.

Selanjutnya, kontribusi sektor terhadap ekonomi Jawa Timur pada Triwulan II Tahun 2022 sebesar 1,65. Kemudian PDRB sektor Real Estate (ADHK) pada triwulan II tahun 2022 sebesar Rp7.914,26 miliar.

“Lapangan kerja di sektor ini kan rata-rata padat karya. Oleh karena itu ini akan berseiring dengan berbagai ikhtiar, terutama dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat dan mengurangi jumlah pengangguran di Jatim,” katanya.

Dalam hal perizinan, lanjut Khofifah, selama ini ada tiga persyaratan dasar yang harus dipenuhi pengembang dan diproses secara sekuensial. Yakni KKPR (konfirmasi kegiatan pemanfaatan ruang), PL (persetujuan lingkungan), serta PBG & SLF (persetujuan bangunan gedung & sertifikat laik fungsi). PBG ini merupakan pengganti IMB. Perizinan berusaha hanya dapat diterbitkan apabila tiga persyaratan dasar tersebut telah dipenuhi oleh pelaku usaha.

Simak berita selengkapnya ...

Lihat juga video 'Emak-emak di Surabaya Kecewa Tak Bisa Foto Bareng Jokowi':