Gedung Puskesmas Montong Tuban tampak dari depan. (Suwandi/BANGSAONLINE)
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Pelayanan pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Montong, Tuban dikeluhkan warga setempat.
Informasi yang berhasil dihimpun BANGSAONLINE.com, banyak warga di kecamatan Montong menyayangkan pelayanan di puskesmas tersebut. Sebab, banyak pasien yang sering terlantar alias ditolak. Bahkan, informasi yang beredar, dokter atau perawat yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS) sering tidak jaga.
BACA JUGA:
- Peringati HKN 2025, Pemkab Sidoarjo Gelar CKG Serentak di Puskesmas
- Komisi IV DPRD Mojokerto Tegaskan Usut Tuntas Dugaan Pungli di Puskesmas
- Satu Puskesmas Punya 100 Pegawai, Bupati Jember Bentuk Satgas untuk Penataan Kepegawaian
- Catat! Pemkot Kediri Beri Hadiah Pemeriksaan Kesehatan Gratis Kepada Warga yang Ulang Tahun
“Yang jaga di puskesmas Montong kebanyakan perawat-perawat yang masih magang. Itu pun jarang didampingi perawat yang senior,” kata warga Kecamatan Montong yang namanya minta dirahasiakan saat ditemui wartawan BANGSAONLINE.com, Minggu (3/5)
Dikatakannnya, selain soal pelayanan yang dikeluhkan, puskesmas tersebut juga terlihat kumuh. Terbukti dari kamar mandi yang kurang bersih. Tidak hanya itu, penataan parkir juga semrawut.
“Masak depan pintu puskesmas kok dibuat parkir?,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Pusksesmas Kecamatan Montong, Awalis Sholiha ketika dikonformasi mengenai hal itu dengan keras membantah tudingan yang diberikan kepadanya.
“Pasien tidak kami terlantarkan, tetapi disini saja yang kekurangan tempat. Karena bed yang dimiliki terbatas,” kilahnya.
Lanjutnya, untuk parkir semrawut di depan puskesmas menurutnya bukan merupakan kendaraan milik pegawai puskesmas, tetapi kendaraan masyarakat yang sedang pergi ke pasar.
“Motor yang parkir sembarangan itu bukan milikinya pegawai sini, tetapi milikinya orang yang mau ke pasar,” ujarnya.
Saat disinggung soal keamanaan puskesmas seperti juru parkir maupun satpam, Alawis menyatakan, tidak bisa mencarinya. Pasalnya tidak kuat membayari dan tak ada anggaranya untuk dua tenaga tersebut.
“Terus uange sopo mas suruh bayari tukang parkir atau satpam. Kalau pemerintah mau ngasih ya monggo,” imbuhnya. (wan/rvl)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




