Suasana Workshop BMN yang digelar Universitas Jember.
Sementara itu, Muhammad Priandi selaku Kepala Seksi Pengelolaan Sistem Informasi Eksternal III, Direktorat Sistem Informasi Tata Persuratan (SITP) Kemenkeu, mengapresiasi kegiatan ini. Ia menilai, Universitas Jember telah menjalankan instruksi presiden yang salah satunya mengharuskan setiap lembaga pemerintah untuk melakukan transformasi digital.
"Kami sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh Universitas Jember atas komitmennya dalam menjalankan Aplikasi ini, sehingga segala sesuatu yang berkaitan dengan pelaporan Barang Milik Negara dapat terintegrasi dengan baik," kata Priandi.
Universitas Jember diharapkan dapat terus menjalin komunikasi dengan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) setempat guna bersinergi dalam mengamankan BMN.
Pelaksana Seksi Pengelolaan SIstem Informasi Eksternal III Direktorat SITP Kemenkeu, Wahyu Ragil Saputro, mengimbau agar operator SAKTI bisa saling bersinergi dan mempunyai komunikasi yang baik, serta adanya komitmen pimpinan agar penyusunan laporan keuangan dan laporan BMN berjalan dengan lancar, menghasilkan laporan yang akuntabel untuk satuan kerjanya (satker).
"SAKTI masih tergolong baru dan platform ini mengintegrasi seluruh aplikasi satker yang ada dan menjadikannya sebuah data terpusat. Aplikasi ini mempunyai fungsi dalam penganggaran, pelaksanaan, sampai dengan pertanggungjawaban anggaran, yang digunakan oleh Kementerian Negara/ Lembaga dari Level Satker, Wilayah, Eselon 1 dan Kementerian," urai Wahyu. (yud/bil/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




