Sejak ada BPKH, calon jemaah haji mendapatkan dana di Virtual Account setiap tahunnya. Misalnya, dari setoran awal Rp25 juta dan menunggu selama 10 tahun, dulu dari awal sampai akhir, dananya tetap Rp25 juta dan tidak ada penambahan.
Namun saat ini justru ada penambahan di setiap tahun. Di tahun 2020 BPKH membagikan Virtual Account tahun 2021 sebesar Rp 2.5 triliun dan di tahun 2022 sebesar Rp 2 triliun ke calon jemaah haji dan akan dibagikan pada tahap selanjutnya.
“Sebagaimana diketahui BPKH adalah lembaga publik independen yang dibentuk untuk mewujudkan pengelolaan keuangan haji yang optimal dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji, rasionalisasi serta efisiensi penyelenggaraan ibadah haji,” kata Akhyar.
Ia menaruh optimisme yang tinggi terhadap BPKH yang diagendakan di Pasuruan tersebut. Menurut dia, dengan sosialisasi yang baik diharapkan masyarakat dapat memperoleh dan memilah informasi yang benar agar tidak terpengaruh pemberitaan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
BPKH RI terus melakukan perbaikan dalam rangka meningkatkan nilai manfaat keuangan haji. Sehingga, masyarakat dapat menyelenggaraan ibadah haji yang berkualitas dan diharapkan pengelolaan keuangan haji dapat lebih dipercaya oleh masyarakat melalui sistem keuangan yang transparan dan modern, serta meningkatkan efisiensi dan rasionalitas BPIH melalui kerja sama strategis dan memberikan kemaslahatan untuk meningkatkan kesejahteraan umat.
Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan, KH Imron Mutamakkin, berterima kasih kepada BPKH dan DPR RI Komisi VIII yang telah memilih wilayahnya dalam sosialisasi BPKH. Ia menyebut, hal ini menjadi pengetahuan baru bagi masyarakat di Kabupaten Pasuruan terkait bagaimana strategi dan pengelolaan keuangan haji.
Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Hidayatulloh, mengatakan dengan adanya sosialisasi ini terjalin kerja sama terhadap informasi pengelolaan keuangan haji yang harus transparan dapat terakomodir dengan baik dan menjadi pengetahuan baru bagi masyarakat luas khususnya daerah Pasuruan, Jawa Timur. Sehingga, semua informasi nantinya dapat terkirim secara sistematis ke masyarakat.
“Semoga tahun ini Indonesia bisa memberangkatkan dan menyesuaikan jumlahnya,” ucap Hidayatulloh.
Kegiatan ini dimoderatori Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Kanwil Jawa Timur H. Abdul Haris. serta tokoh masyarakat, dan penggiat travel haji dan umrah daerah Jawa Timur.(maf/par/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




