Wali Kota Madiun, Maidi, didampingi Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Madiun, Denik Wuryani, saat memimpin rembuk stunting.
KOTA MADIUN, BANGSAONLINE.com - Wali Kota Madiun, Maidi, mengadakan rembuk stunting bersama dinas kesehatan, pengendalian penduduk dan keluarga berencana (Dinkes-P2KB), serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Hal itu dilakukan untuk menekan angka stunting di Kota Madiun.
"Angka stunting kita masih sebagai nomor 2 di bawah Kota Mojokerto. Maka tahun ini kita harap bisa mengungguli kota tersebut. Kalau perlu sosialisasi ke sekolah-sekolah dan kebutuhan yang diperlukan dalam menurunkan angka tersebut langsung dibicarakan. Saya akan ikut turun langsung," ujarnya, Selasa (8/3).
BACA JUGA:
- DPRD Kota Madiun Serahkan Rekomendasi LKPj 2025 ke Plt Walkot
- Plt Wali Kota Madiun Apresiasi Hiburan dan Ucapan Idulfitri dari Paguyupan Gotong Royong Barito Jaya
- Sambut Para Pemudik, Plt Wali Kota Madiun Gowes Keliling Kota Sambil Cek Fasum
- DPRD Kota Madiun Gelar Rapat Paripurna Sampaikan Nota Penjelasan Atas 3 Raperda Inisiatif
Ia meminta kolaborasi antarlini pemerintahan di wilayahnya agar penanganan stunting berjalan maksimal. Sebab, jumlah angka stunting di Kota Madiun mencapai 800 anak dan berada pada 10 lokasi kasus stunting.

"Paling tidak penurunan kita harapkan 100 hingga 200 anak untuk tahun ini. Tahun 2024 target nasional kan 14 persen, ya kita turunkan lagi," tuturnya.
Penurunan angka stunting ini juga dilakukan Ketua TP PKK Kota Madiun dengan program peningkatan gizi serta pemberian pil penambah darah bagi remaja putri yang masih sekolah. Sementara itu, berbagai program yang menyasar masyarakat secara langsung telah dilakukan Dinkes-P2KB Kota Madiun.
"Kita menangani stunting mulai dari remaja putri dengan pemberian tablet tambah darah, pemeriksaan catin (calon pengantin) terkait anemianya, pemberian gizi ibu hamil dengan KEK (Kekurangan Energi Kronis) lingkar lengan atas kurang dari 23,5, ibu menyusui, bayi yang telah berisiko kita beri PMT (Pemberian Makanan Tambahan) dan anak yang sudah stunting akan kita tangani secara khusus," kata Kepala Dinkes-P2KB Kota Madiun, Denik Wuryani.
Ia menjelaskan, penanganan stunting terbaik pada anak dilakukan bagi usia maksimal 2 tahun karena akan sulit jika dilakukan pada buah hati di atas usia tersebut. (dro/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




