Laga Persedikab Vs Maluku FC Berakhir Ricuh, Seorang Wartawan Kena Bogem

Laga Persedikab Vs Maluku FC Berakhir Ricuh, Seorang Wartawan Kena Bogem Salah satu Ofisial Maluku FC saat memberi keterangan kepada wartawan. foto: ist.

Canda mengaku mendapat pukulan di dada. Meski sempat menghindar, namun pukulan itu sempat mengenai dirinya sakit.

“Aku dipukul di bagian dada. Ada beberapa wartawan di belakangku tadi. Termasuk Antok, jurnalis Radio Andika. Yang melakukan pemukulan Ofisial Maluku FC, yang tiba-tiba berlari ke arah saya, saat saya tengah megambil gambar. Dan memukul saya,” bebernya, Kamis (17/2).

Ia menyesalkan kejadian tersebut. Sebab, wartawan telah diizinkan untuk melakukan peliputan laga itu. Apalagi dalam melakukan tugas peliputan, setiap wartawan selalu memegang kode etik jurnalistik.

Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Kediri Raya mengecam keras kejadian itu. Ketua IJTI Korda Kediri, Roma, menyebut aksi yang dilakukan oleh Ofisial Maluku FC itu sudah masuk ke dalam ranah tindak kekerasan.

"Aksi tersebut masuk dalam kegiatan menghalang-halangi kegiatan jurnalistik dan melanggar UU Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers," cetusnya.

Agar kekerasan terhadap jurnalis tidak terulang lagi, ia  meminta kepada semua pihak untuk menghormati kerja wartawan karena mereka dilindungi oleh undang-undang.

"Profesi wartawan adalah profesi yang sangat rentan dengan adanya gesekan fisik maupun verbal. Namun tidak hanya dengan rangkulan semua selesai. Mari sama-sama saling menghargai posisi masing-masing,” tegasnya.

"Meski sempat terjadi perdamaian dari kedua belah pihak yang dimediasi oleh Kapolres , namun kami dari IJTI Korda Kediri tetap meminta Ofisial Maluku FC untuk memberikan pernyataan maaf secara terbuka," tambah Roma. (uji/rev)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Tanam Pohon dan Tebar Benih Ikan Warnai Peringatan Hari Bumi dan Hari Air Dunia di Kota Kediri':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO