Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, saat menjadi pembicara dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema Road Map Abad Kedua NU yang digelar Universitas Islam Malang (Unisma), Kamis (9/12/2021) siang ini.
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Peta pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dalam Muktamar ke-34 di Lampung tampaknya akan berubah. Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, menegaskan bahwa Dr KH As’ad Said Ali bersedia menjadi Calon Ketua Umum PBNU dalam Muktamar ke-34 di Lampung.
“Saya sudah menemui Kiai As’ad Ali. Saya tanya apakah bersedia jadi Calon Ketua Umum PBNU. Kiai As’ad Ali menjawab bersedia, asal dibantu Kiai Asep,” kata Kiai Asep Saifuddin Chalim, Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto saat menjadi pembicara dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema Road Map Abad Kedua NU yang digelar Universitas Islam Malang (Unisma), Kamis (9/12/2021) siang ini.
BACA JUGA:
- Amirulhaj Tinjau Adahi, Kiai Asep Pastikan Penyembelihan Dam Jemaah Haji Sah Secara Syariah
- Gus Miftah Ingin Jadi Sekjen PBNU? Ini Respons Kiai dan Kader NU
- Jelang Armuzna, Ini Taushiah Penting Amirulhaj Prof Kiai Asep kepada Jemaah Haji dan Petugas Haji
- UAC Bakal Buka Program Nuklir, Program Hukum Keluarga Islam Jadi Ilmu Layak Jual, Jika...
FGD itu digelar secara daring dan luring. Kiai Asep menyampaikan pemikirannya secara daring dari ruang Rektorat Institut KH Abdul Chalim Pacet Mojokerto.

(Dr KH As'ad Said Ali bersama KH Abuya Muhtadi Bin Kiai Dimyati, seorang kiai kharismatik pada 2020. Abuya Muhtadi adalah putra Abuya Muhammad Dimyathi al-Bantani, pendiri Pondok Pesantren Roudotul 'Ulum Cidahu, Pandeglang. Foto: Facebook)
Menurut Kiai Asep, kalau itu yang menjadi persyaratan Kiai As'ad, maka dirinya sangat siap. “Saya siap membantu. Tapi saya tak ingin jadi pengurus NU. Saya sedang fokus untuk membangun International University of KH Abdul Chalim. Saya akan membiayai NU dengan uang pribadi kalau Kiai As’ad Ali terpilih menjadi Ketua Umum PBNU,” kata Kiai Asep yang dikenal sebagai kiai miliarder tapi dermawan itu.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




