Foto dari kiri: Kepala Dusun Ngasem, Dani Adi Prasetyo; Suryadi salah satu peserta pelatihan, Sutikno (narasumber), Umi Salamah, Ketua PDKK dan Mulyono, Ketua PDKK Cabang Ngasem. Foto: MUJI HARJITA/ BANGSAONLINE
Sementara itu, Kades Ngasem, Yuhari, berharap melalui kegiatan tersebut penyandang disabilitas bisa memiliki keterampilan, khususnya cara membuat kerajinan tangan dari anyaman bambu, sehingga mereka bisa mandiri.
"Tujuan pelatihan ini salah satunya adalah untuk menciptakan lapangan kerja mandiri, khususnya untuk kawan-kawan disabilitas, khususnya di Desa Ngasem," kata Yuhari.
Warga Jalan Miri RT 02 RW 03 Desa Ngasem, Kecamatan Ngasem, salah satu penyandang disabilitas yang sehari-hari bekerja sebagai bakul etek (penjual sayur keliling), Suryadi (52), mengaku senang bisa ikut pelatihan membuat anyaman bambu ini. Ia bersama istrinya yang juga berkebutuhan khusus, Nasikatun (42), ikut pelatihan membuat anyaman bambu agar bisa menambah penghasilan.
"Istri saya sebelumnya sudah membuat kerajinan tangan berupa bunga dari tas kresek dan bungkus kopi instan. Satu paket bunga dari tas kresek maupun dari bungkus kopi instan, dijual Rp40 ribu, Alhamdulillah bisa untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari kami," ucap Suryadi.
Ketua PDKK, Umi Salamah, mengatakan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk penguatan kapasitas disabilitas, khususnya di Desa Ngasem, sebagai bekal keterampilan untuk modal kemandirian disabilitas.
"Semoga dengan mengikuti pelatihan membuat kerajinan dari anyaman bambu ini, kawan-kawan disabilitas, khususnya di Desa Ngasem, bisa lebih mandiri," kata Umi. (uji/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




