Pesantren Lebih Keren dari Sekolah Negeri, Lulusannya Banyak Diterima di PT Favorit Luar Negeri

Pesantren Lebih Keren dari Sekolah Negeri, Lulusannya Banyak Diterima di PT Favorit Luar Negeri Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, dan KH Imam Jazuli, Lc, MA di tengah para santri Pondok Pesantren Bina Insan Mulia Cisaat Cirebon Jawa Barat, Kamis (21/10/2021). Foto: MMA/BANGSAONLINE.com

Kiai Jazuli minta agar Kiai Asep memberikan motivasi kepada para ustadz dan ustadzah serta para santrinya. Kiai Asep yang datang bersama rombongan itu kemudian memberikan ceramah yang memotivasi pada ustadz dan ustadzah serta para santri yang duduk menghampar di alam terbuka.

Dalam ceramahnya Kiai Asep menegaskan bahwa Amanatul Ummah didirikan untuk mencetak santri unggul, utuh dan berakhlaqul karimah. Menurut Kiai Asep, lulusan Amanatul Ummah diproyeksikan menjadi empat figur penting.

Pertama, menjadi ulama besar yang bisa menerangi dunia dan bangsa Indonesia. Kedua, menjadi pemimpin dunia dan bangsa Indonesia yang mampu menyejahterakan dan menegakan keadilan terutama di Indonesia. Ketiga, menjadi konglomerat besar dengan kontribusi maksimal untuk kesejahteraan bangsa Indonesia. Keempat, menjadi para professional yang berkualitas dan bertanggung jawab.

Lalu bagaimana agar santri bisa cerdas dan memiliki ilmu tinggi? Kiai Asep yang dikenal sebagai kiai miliarder tapi dermawan itu menyampaikan rahasianya. "Pertama, santri harus ajek dan berkesungguhan dalam belajar," tegas Kiai Asep yang disambut antusias oleh para santri.

Menurut Kiai Asep, dalam belajar harus tuntas. Artinya, kalau ada pelajaran yang belum jelas atau tak dipahami harus ditanyakan kepada gurunya.

"Kedua, para santri tak boleh makan kenyang. Sebab kenyang itu, menghilangkan kecerdasan. Ketiga, tidak boleh batal wudu, agar gampang menyerap ilmu. Karena ilmu dan wudu adalah cahaya, sehingga sesama cahaya mudah menyerap. Keempat, meninggalkan maksiat. Kelima, membaca Alquran binnadhar, dengan melihat Alquran," jelas Kiai Asep.

Keenam, lanjut Kiai Asep, tak boleh makan di luar pesantren karena selain makanannya berpotensi tak bersih juga tidak berkah. Kenapa berpotensi tidak berkah? Karena makan di luar itu dilihat banyak orang, termasuk orang yang tak punya uang. Orang yang tidak punya uang itu hanya bisa melihat. Tak bisa membeli karena tak punya uang.

"Ketujuh, salat malam. Salat malam akan menempatkan para santri pada tempat terpuji, dan yang mendapat tempat terpuji bukan hanya santri yang salat malam tapi juga pondok pesantrennya," tukas Kiai Asep yang memiliki 13.000 santri.

Selain itu Kiai Asep menekankan pentingnya guru olahraga untuk kesehatan. Menurut dia, guru olahraga bukan hanya mengajarkan tentang olahraga tapi juga bagaimana pentingnya para santri membiasakan hidup sehat.

Terakhir, Kiai Asep menekankan pentingnya seni. Menurut Kiai Asep, seni akan menghaluskan jiwa para santri. Karena itu jiwa seni sangat penting dimiliki seorang pemimpin. 

Menurut Kiai Asep, para kiai NU telah berjuang untuk memerdekaan negara Indonesia. Seharusnya, tegas Kiai Asep, yang mengisi kemerdekaan itu adalah para santri.

Ia berharap santri bisa memegang banyak kepemiminan. Menurut dia, Indonesia tidak akan pernah adil dan sejahtera jika diserahkan kepada orang lain. 

Merespon soal abahnya, KH Abdul Chalim, sebagai pendiri NU, Kiai Asep menceritakan bahwa abahnyalah yang kengingatkan Kiai Abdul Wahab Hasbullah tentang pencantuman kalilmat "untuk kemerdekaan Indonesia" dalam surat ke Raja Saudi Arabia dalam Komite Hijaz. 

Kiai Wahab pun merespon positif bahwa perjuangan kemerdekaan RI itu yang sangat penting dan utama. Karena itu poin tujuan kemerdekaan RI itu dicantumkan dalam surat kepada Raja Saudi Arabia.  (mma)