SUMENEP (BangsaOnline) - Kemenang Sumenep tunggu panggilan DPRD Sumenep terkait masalah pungutan dana Aksioma pada seluruh sekolah dibawah naungan Kemenag. Namun, hingga kemarin ternyata sama sekali belum ada panggilan dari dewan.
”Sampai saat ini masih belum ada panggilan dari dewan. Saya hanya menunggu dan siap datang ketika dipanggil nanti,” kata Kepala Kemenag Sumenep Moh. Shodiq pada BangsaOnline.com kemarin (22/3).
BACA JUGA:
- DBHCHT Sumenep 2026 Turun jadi Rp33,1 M, DPRD Ingatkan Pemkab Soal Skala Prioritas Program
- 14 PPPK Kemenag Sumenep Resmi Dilantik, Diharap Mampu Tingkatkan Pelayanan
- Komisi IV DPRD Sumenep Pertanyakan Aliran Dana Sewa Stand MCF 2025
- Pemkab Sumenep Sampaikan Nota Keuangan atas Raperda tentang P-APBD 2025
Meskipun pungutan Aksioma tidak dikelola Kemenag, namun dia merasa memiliki beban moral untuk ikut bertanggungjawab. Pungutan dana Aksioma selam ini dikelola oleh KKM (Kelompok Kepala Madrasah)
”Kalau dipanggil, saya akan jelaskan semuanya. Termasuk sistem pengelolaan keuangan maupun pelaksanaan Aksioma itu sendiri,” terang dia.
Dia membenarkan kalau sebagian dana mengalir ke Kemenag. Namun tidak berupa uang, melainkan seragam yakni baju training. Baju training akan dipakai saat peserta lomba Aksioma di tingkat Provinsi Jawa Timur.
”Kan gak enak jika kasusnya ke lapangan tidak ada seragamnya. Soalnya pas dipanggil juga dengan warna seragamnya,” kata dia.
Untuk pelaksaan kegiatan Aksioma ditingkat Provinsi Jatim, tingkat MTs sudah selesai dilakukan beebrap hari yang lalu di Batu. Untuk tingkat MA masih belum dilakukan menunggu giliran.
”Saat ini pelaksaan Aksioma ditingkat kabupaten ditingkat MI (Madrasah Ibdidaiyah). Baru setelah itu juara satunya akan dikirim ketingkat Provinsi,” terang dia.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




