SURABAYA (BangsaOnline) - Slamet Maulana (32) seorang jurnalis tabloid lokal melaporkan kepada unit Tipiter Polrestabes Surabaya. itu terkait aksi perampasan kamera dan penghinaan tugas jurnalis yang dialaminya. Hanya saja, laporan yang sudah masuk dua hari lalu itu jalan ditempat.
Aksi perampasan kamera dan penghinaan tugas jurnalis dilakukan oleh Iren Madalena, warga Perumahan Pakuwon, pada 12 September 2012 pukul 03.15 WIB.
BACA JUGA:
- Bikin 3 Pelaku Curanmor Pincang, Polrestabes Surabaya Bentu Tim Khusus Berantas Kejahatan Jalanan
- Polrestabes Surabaya Bongkar Sindikat STNK Aspal, Lima Tersangka Ditangkap
- Polisi Sebut Laporan Penyekapan Anak di Mojo Surabaya Tak Sesuai Fakta
- Pemuda di Kos Semampir Ditangkap, Polrestabes Surabaya Sita 76 Paket Sabu Siap Edar
Sebelum aksi perampasan kamera milik Slamet Maulana, Iren Madalena yang saat ini masih status terlapor telah menabrak tiga pemuda yang berada di depan Sekolah Petra Jl. H.R Muhammad.
Tabrakan yang terjadi mengakibatkan korban Hani warga Sambikerep tewas dan 2 temannya Andre dan Wawan luka parah.
Secara kebetulan, Slamet Maulana sedang tidak jauh dari lokasi. Mengetahui kejadian tersebt, Slamet melakukan pengejaran kala Iren Madalena tancap gas, setelah menabrak tiga pemuda tersebut.
Slamet berhasil menghentikan laju mobil Ireng di depan Diskotik M-One, Pakuwon. Karena diduga terpengaruh minuman keras, Iren memaki-maki wartawan lokal tersebut.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




