Dituduh Sebagai Spionase Polisi, Warga Binaan Lapas Kelas II A Jember Dihajar Napi Baru

Dituduh Sebagai Spionase Polisi, Warga Binaan Lapas Kelas II A Jember Dihajar Napi Baru Sarwito, Plt Kepala Lapas Kelas II A Jember, saat memberikan penjelasan terkait kasus penganiayaan antar napi.

Pihaknya telah melakukan pemanggilan kepada pelaku dan korban. “Dari hasil klarifikasi, insiden itu terjadi karena korban (AM) dituduh sebagai SP (spionase) polisi pada saat di luar (sebelum masuk penjara). Pada saat di dalam (penjara) inilah biasanya pada kasus-kasus yang seperti itu memang sedikit rawan,” ujarnya.

Berdasarkan pengakuan dari korban dan SA yang melakukan perekaman, peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 4 September lalu, saat masa pengenalan lingkungan di dalam lapas.

“IP pada saat itu masih menjadi tahanan baru dan masih menjalani masa pengenalan lingkungan selama 14 hari. Nah, pada hari kesepuluh, IP bermaksud membeli air di dalam lapas, pada saat itu juga yang bersangkutan (korban) langsung ditarik oleh pelaku menuju ke kamar mandi umum di belakang masjid blok A. Dan terjadi seperti yang terjadi di video yang beredar,” jelasnya.

Terkait kejadian itu, pihaknya sudah melapor kepada Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Timur. “Kami mendapat perintah untuk melakukan pemindahan kepada IP pelaku dan SA pengambil gambar, ke Lapas Kelas IIA Karanganyar di Nusakambangan pada tanggal 28 September malam hari,” ucapnya.

Pasca dilakukan pemindahan napi tersebut, pihaknya masih menunggu keputusan tim gabungan dari Inspektorat Kementerian Hukum dan HAM serta kantor wilayah terkait kasus tersebut.

“Pada hari Sabtu tanggal 2 Oktober kami lakukan pertemuan bersama inspektorat dan kakanwil, berlanjut pada hari ini, Senin tanggal 04 Oktober. Untuk hasil pemeriksaan kami masih menunggu lebih lanjut,” pungkasnya. (yud/eko/rev)