Gubernur Khofifah Bersyukur, Positivity Rate Jatim di Bawah 5%, Sesuai Standar WHO

Gubernur Khofifah Bersyukur, Positivity Rate Jatim di Bawah 5%, Sesuai Standar WHO Desain grafis: Humas Pemprov Jatim

Selain itu, lanjut Khofifah, untuk pelacakan kasus atau tracing ratio Covid-19 di Jatim juga mengalami peningkatan yang signifikan dari yang sebelumnya 1,17 sekarang naik menjadi 11,75. Artinya, kapasitas tracing di naik 10 kali lipat.

"Harapannya ke depan positivity rate yang semakin rendah ini dan testing rate maupun tracing ratio yang semakin tinggi bisa terus dipertahankan. Karena terbukti kombinasi ini sangat efektif menurunkan jumlah penyebaran Covid-19 di Jatim," tegasnya.

Khofifah menambahkan, kombinasi menurunnya positivity rate dan tingginya tracing ratio maupun testing rate sangat mempengaruhi penurunan keterisian tempat tidur di rumah sakit atau Bed Occupancy Rate (BOR) di Jatim.

Menurut dia, tambahan BOR di Jatim turun menjadi 22,48%. Di samping itu, tingkat kematian juga menurun dari 5,5/100 ribu penduduk per minggu menjadi 2,11/100 ribu penduduk.

"Tingkat keterisian tempat tidur atau BOR di Jatim ini juga sudah berada sangat jauh di bawah standar yaitu di bawah 60%," tutur gubernur perempuan pertama di Jatim ini.

Gubernur Khofifah meminta semua pihak dapat mempertahankan capaian ini, baik positivity rate maupun posisi zonasi level daerah. Selain itu, seluruh elemen masyarakat diminta tidak lengah dan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes) di mana pun berada. Sehingga, ke depan covid-19 makin terkendali dan terus melandai.

"Saya mohon kepada semua pihak dan masyarakat untuk tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan, mengikuti vaksinasi, tracing dan testing-nya juga terus kita tingkatkan," kata Khofifah. (tim)