PTM Terbatas Diberlakukan, Dewan Jatim Ingatkan Penerapan Prokes Mutlak Dilakukan

PTM Terbatas Diberlakukan, Dewan Jatim Ingatkan Penerapan Prokes Mutlak Dilakukan Dr. Kodrat Sunyoto, Anggota Komisi E DPRD Jatim. foto: istimewa

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Kodrat Sunyoto menyambut baik rencana Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas, pada daerah-daerah yang menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2 dan 3. Pasalnya, dalam aturan terbaru PPKM di luar Level 4, dimungkinkan menggelar sekolah tatap muka.

PTM terbatas diatur dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 35 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4, Level 3, Level 2 Corona Virus Disease 2019 di wilayah Jawa dan Bali, yang dikeluarkan pada 23 Agustus 2021.

"Kami menyambut baik rencana daerah-daerah di Jawa Timur yang turun status menjadi PPKM Level 3 untuk menerapkan PTM secara terbatas," kata Kodrat, Minggu (29/8/2021).

Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Jatim ini menilai sekolah tatap muka dapat memulihkan kognitif dan psikologis anak. Dalam kebijakan terbaru, sekolah tatap muka dimungkinkan dengan kapasitas yang berbeda setiap jenjangnya.

Kapasitas yang diizinkan untuk pelaksanaan PTM terbatas adalah maksimal sebanyak 50%, kecuali untuk SDLB, MILB, SMPLB, SMLB, dan MALB maksimal 62%, serta PAUD maksimal 33%.

"Jadi, penerapan protokol kesehatan mutlak dilakukan. Tidak hanya wajib memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak, tapi juga sampai kesiapan ruang belajar dan toilet sekolah bagi siswa harus sesuai prokes,” tutur pria bergelar doktor ini.

Di samping itu, lanjut Kodrat, perlu ada pengawasan bersama terhadap pelaksanaan PTM. Pihaknya juga menilai, daerah harus memprioritaskan membuka sekolah-sekolah yang telah melakukan uji coba PTM.

"Pemerintah daerah harus membahas secara rinci mengenai skema PTM yang akan digelar, termasuk langkah apa yang harus diambil apabila ditemukan kasus Covid-19 di sekolah," terang Ketua MKGR Jatim tersebut.

Simak berita selengkapnya ...