Kamis, 29 Juli 2021 06:48

Ingatkan Bahaya Varian Delta, Wali Kota Kediri Tekankan Warganya untuk Kooperatif Ikuti 3T

Kamis, 22 Juli 2021 20:58 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Muji Harjita
Ingatkan Bahaya Varian Delta, Wali Kota Kediri Tekankan Warganya untuk Kooperatif Ikuti 3T
Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar didampingi Kapolres Kediri Kota AKBP Wahyudi dan Dandim 0809 Kediri Letkol Inf. Rully saat meninjau pelaksanaan swab Antigen. foto: ist.

KOTA KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri meningkatkan target tracing dan testing harian untuk mengurangi kasus Covid-19. Namun, pelaksanaannya masih terkendala banyaknya warga Kota Kediri yang tidak paham pentingnya tracing, testing, dan treatment (3T) tersebut.

Sebaliknya, mayoritas warga telah terbiasa melaksanakan protokol kesehatan menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak (3M). Padahal, kedua hal tersebut merupakan satu paket dalam memutus mata rantai penularan covid-19. Untuk itu, Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mengimbau masyarakat kooperatif mengikuti 3T.

Seperti contoh kasus di salah satu kelurahan di Kecamatan Pesantren. Warga di salah satu RT kompak menolak dilakukan pelacakan kontak (tracing) dan swab antigen. Padahal, ada warga di RT tersebut meninggal dunia setelah dinyatakan positif Covid-19.

“Petugas telah mendatangi rumah keluarga pasien yang meninggal terkonfirmasi positif Covid-19. Kami melihat di dalam rumah ada orang, bahkan petugas sudah menggedor pintu berkali-kali, namun tidak satu pun yang keluar,” kata Kepala Puskesmas Pesantren II Dwi Nugraheni, Kamis (22/7).

BACA JUGA : 

Wali Kota Kediri Tinjau Penyaluran Bantuan Sosial Beras untuk 21.998 KPM

Kilas Balik Sejarah Hari Jadi Kota Kediri ke-1142, Pemkot Pamerkan Foto Tempoe Doeloe

Bantu Produk Tembus Pasar Internasional, Gubernur Khofifah Launching Rumah Kurasi di Kota Kediri

Dukung Percepatan Herd Immunity, Wali Kota Kediri Apresiasi Vaksinasi BI dan OJK Kediri

Menanggapi kendala tersebut, Wali Kota Abu Bakar mengimbau masyarakat untuk mendukung 3T. Menurutnya, saat ini target testing harian di Kota Kediri mencapai 624 tes dengan target tracing 1 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 15 hingga 30 orang yang melakukan kontak erat.

“Saya minta warga bersedia mengikuti proses tracing atau penelusuran kontak kasus positif serta melakukan testing atau pengecekan kesehatan melalui rapid test dan tes swab. Karena jika dilihat varian delta ini penyebarannya lebih cepat, sembuhnya lebih cepat, namun kematian pun juga jadi lebih cepat,” ujarnya, Kamis (22/7).

Mas Abu meminta warga untuk tidak takut karena apabila hasil tes positif, dapat segera dilakukan treatment sehingga virusnya tidak menyebar, lebih mudah terselamatkan jiwanya dan mendapat bantuan dari pemerintah.

“Warga tidak perlu khawatir untuk kebutuhan sehari-hari, Pemerintah Kota Kediri sudah menyiapkan bantuan melalui dinas sosial ataupun Batman,” jelasnya.

Sejauh ini, lanjutnya, Pemkot Kediri telah melakukan penanganan pandemi Covid-19 mulai dari hulu hingga hilir. Penanganan di hulu seperti halnya pembatasan mobilitas dan penerapan protokol kesehatan. Sementara penanganan di hilir berupa pelayanan isolasi mandiri, pelayanan isolasi terpusat, dan pelayanan kesehatan di RS.

“Kalau penanganan di hulu tidak dilakukan secara maksimal, maka di hilirnya kita tidak mampu mengatasinya. Berapa pun penambahan jumlah tempat tidur yang akan kita sediakan tidak akan mampu menampung jumlah pasien Covid yang dirawat di rumah sakit apabila penanganan di hulu tidak dilakukan secara maksimal,” kata Abu.

Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada warga Kota Kediri yang sedang menjalani isolasi mandiri karena ia telah bekerja sama dengan pemerintah dengan bersedia mengikuti tracing, testing, dan treatment.

"Mereka ini adalah pahlawan yang diperlukan untuk mengurangi penyebaran virus Covid-19 agar pandemi ini cepat berakhir," tutupnya. (uji/ian)

Warga Sambisari dan Manukan Kulon Menolak Sekolah Dijadikan Tempat Isolasi Pasien Corona
Senin, 26 Juli 2021 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Korban Covid-19 yang terus berjatuhan mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperluas tempat isolasi pasien yang sedang terpapar virus corona. Berbagai fasilitas gedung – termasuk sekolah – direncana...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Kamis, 15 Juli 2021 12:37 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...