Kamis, 29 Juli 2021 05:47

Tabung Oksigen Diduga Palsu Beredar di Tulungagung, Ternyata untuk Konsumsi Ikan Koi

Kamis, 22 Juli 2021 20:40 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Anatasia Novarina
Tabung Oksigen Diduga Palsu Beredar di Tulungagung, Ternyata untuk Konsumsi Ikan Koi
Tabung oksigen untuk konsumsi ikan koi.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Berita terkait adanya tabung oksigen yang diduga palsu di Tulungagung beredar di media sosial. Setelah ditelusuri dan dikroscek, tabung oksigen yang diduga palsu tersebut peruntukannya bukan untuk pasien Covid-19, melainkan untuk ikan hidup (koi).

Hal ini disampaikan Dirreskrimsus Polda Jawa Timur Kombes Pol Farman, Kamis (22/7) sore. "Itu tidak benar, tabung oksigen itu digunakan untuk ikan hidup atau ikan koi, dan perkara ini sudah ditangani Satgas Gakkum Aman Nusa Polres Tulungagung dan di-backup Satgas Gakkum Aman Nusa II Polda Jatim," jelas Kombes Pol Farman.

Beredarnya berita itu berawal dari kelompok penjual ikan koi atas nama Azizul Adam, Aris Navianto, Supriono, dan Imam Mualifin. Saat mengemas ikan koi dalam plastik, mereka membutuhkan oksigen.

"Selama ini mereka berempat mendapatkan oksigen dari membeli di agen resmi yang berada di Kelurahan Tamanan dan di Desa Pulosari. Kemudian pada hari Senin tanggal 19 Juli 2021, sekitar pukul 11.00 WIB, kelompok ini kehabisan oksigen," tambahnya.

BACA JUGA : 

AKD dan Forkopimcam Manyar Door to Door ke Perusahaan Cari Tabung Untuk Bantu Warga Terpapar Covid

Dua Kapolres di Surabaya Dimutasi Bersamaan

Pimpin Pembukaan Diktuk Bintara di SPN Mojokerto, Kapolda Jatim Tekankan Amanat Kalemdiklat Polri

JNE Galang Donasi dan Kirim Tabung Oksigen Gratis ke RS

Karena kehabisan oksigen, Imam Mualifin berinisiatif menghubungi Muhammad Rifai untuk menanyakan kesediaan oksigen. Muhammad Rifai sendiri merupakan pembudi daya bibit ikan gurami.

"Selanjutnya Muhamad Rifai mengatakan kalau masih mempunyai stok oksigen sebanyak satu tabung ukuran enam meter kubik," papar Farman.

Imam Mualifi kemudian mendatangi rumah Muhammad Rifai. Tujuannya untuk meminta oksigen dengan cara membawa tabung kosong ukuran satu meter kubik untuk diisi ulang. "Setelah mendapatkan oksigen, Imam Mualifin pulang dengan membawa oksigen tersebut serta memberitahukan ke tiga orang temannya yang satu kelompok tadi," beber Farman.

Namun, saat digunakan untuk mengisi kemasan plastik ikan koi, ternyata ikan koi milik Imam Mualifin mabuk, bahkan ada empat yang mati.

Usut punya usut, Muhammad Rifai sendiri mendapatkan oksigen tersebut dari Daroini, yang masih tetangganya. Sebelumnya, Daroini sempat datang untuk meminjam tabung oksigen yang kosong kepada Rifai guna membantu santri sakit yang ada di Pondok Termas Pacitan. Rifai memang punya banya tabung oksigen. Ia pun meminjamkan sebanyak tiga tabung kosong ukuran enam meter kubik kepada Daroini.

Selanjutnya, tabung-tabung itu dibawa ke Pacitan, kemudian diisikan ke BPBD Kabupaten Pacitan. Dari sejumlah tabung yang diisi ulang, satu tabung dibawa pulang ke Tulungagung untuk diserahkan kepada Rifai. Oksigen itulah yang kemudian diminta oleh Imam Mualifin yang menyebabkan ikannya mabuk dan mati. (ana/ian)

Warga Sambisari dan Manukan Kulon Menolak Sekolah Dijadikan Tempat Isolasi Pasien Corona
Senin, 26 Juli 2021 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Korban Covid-19 yang terus berjatuhan mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperluas tempat isolasi pasien yang sedang terpapar virus corona. Berbagai fasilitas gedung – termasuk sekolah – direncana...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Kamis, 15 Juli 2021 12:37 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...