Bupati Jember Hendy Siswanto.
JEMBER, BANGSAONLINE.com - Komoditas kopi dan kakao di Kabupaten Jember menjadi pilihan utama untuk pemulihan ekonomi di masa pandemi seperti sekarang. Sebab, kopi dan kakao dapat dijangkau oleh semua kalangan baik masyrakat bawah, menegah maupun kalangan ekonomi atas.
Oleh sebab itu, Bupati Jember Hendy Siswanto tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Pihaknya bersama Kepala Pusat Penelitian Kopi dan Kakao menjalin kerja sama guna untuk mendongkrak perekonomian melalui potensi yang ada.
BACA JUGA:
- Gus Fawait Raih Penghargaan di HPN 2026
- RSD dr Soebandi Jadi RS Pendidikan Dokter Spesialis, Gus Fawait: Layanan Setara di Surabaya
- Hapus Denda Pajak hingga 30 Juni 2026, Gus Fawait: Warga Tetap Wajib Bayar Pokok Pajak
- Targetkan Renovasi 1.000 RTLH pada 2026, Gus Fawait Galakkan Program Pengentasan Kemiskinan
Kepala Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia, Dr. Agung Wahyu Susilo, S.P., M.P. menyampaikan, kopi dan kakao merupakan komoditas berbasis kerakyatan, sehingga diharapkan manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat Jember.
“Tren konsumsi kopi cukup meningkat dalam waktu satu dekade terakhir dengan rata-rata naik 8-10 persen per tahun, di mana secara nasional per kapita atau per orang itu mengonsumsi 1,3 kilogram kopi per tahun,” jelas Dr. Agung Wahyu Susilo saat menggelar audiensi secara virtual, Kamis (15/7).
Data ini, kata dia, menjadi peluang ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan warga Jember, di mana Kabupaten Jember termasuk daerah penghasil kopi terbaik di Indonesia.
Menurut Hendy bahwa Kabupaten Jember memiliki potensi untuk ditanami bermacam jenis tanaman pangan dan hortikultura maupun perkebunan, termasuk kopi dan kakao. Sebab, topografi Jember yang terdiri dari dataran rendah hingga dataran tinggi.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




