Kota Kediri Berlakukan PPKM Darurat, Semua Mal dan Tempat Ibadah Harus Tutup

Kota Kediri Berlakukan PPKM Darurat, Semua Mal dan Tempat Ibadah Harus Tutup Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar saat menggelar jumpa pers secara virtual melalui aplikasi Zoom, Jumat (2/7/2021) sore. (foto: ist)

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Kota Kediri akan memberlakukan PPKM darurat mulai Sabtu (3/7/2021) besok hingga 20 Juli 2021, menyikapi lonjakan kasus Covid-19. Dengan PPKM darurat ini, pembatasan kegiatan masyarakat akan lebih diperketat lagi.

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar dalam keterangannya saat menggelar jumpa pers melalui aplikasi Zoom menjelaskan, dengan pemberlakuan PPKM darurat, maka semua sektor nonesensial akan melakukan 100% WFH (Work From Home).

Menurut wali kota, selama PPKM darurat, pusat perbelanjaan atau mal ditutup. Selain itu, resepsi pernikahan tidak diperbolehkan, hanya akad nikah boleh dilakukan dengan maksimal 10 orang.

"Selanjutnya, untuk hotel dan perbankan 50 persen karyawan WFH. Semua tempat ibadah juga ditutup, aktivitas belajar mengajar dilakukan secara online dan les-lesan atau kursus juga ditutup. Boleh memberikan layanan, tapi dalam bentuk online," terang wali kota.

Lanjut wali kota, pasar dan supermarket masih boleh buka, tapi kapasitasnya hanya 50%. Lalu kapasitas transportasi juga dibatasi 70 persen. "Sedangkan untuk warung, rumah makan, kedai kafe, angkringan, dan yang lain-lain boleh buka, tapi semuanya harus dibungkus, dan semuanya harus tutup pukul 20.00 WIB. PPKM darurat ini berlaku dari tanggal 3 sampai tanggal 20 Juli," ujarnya.

Simak berita selengkapnya ...