Kamis, 29 Juli 2021 16:19

Hadir Virtual Pencanangan Nasional Introduksi Imunisasi PVC, Ini Pesan Menkes RI

Selasa, 22 Juni 2021 15:45 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: M. Syuhud Almanfaluty
Hadir Virtual Pencanangan Nasional Introduksi Imunisasi PVC, Ini Pesan Menkes RI
Plt. Dirjen P2P Kemenkes RI dr. Maxi Rein Rondunuwu, DHSM, MARS didampingi Kadinkes Jatim dan Bupati Gus Yani saat memberikan keterangan pers. (foto: SYUHUD/BANGSAONLINE)

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Menteri Kesehatan Republik Indonesia (RI) Budi Gunadi Sadikin mencanangkan introduksi imunisasi pneumokokus konyugasi atau PCV tahun 2021 secara virtual dan tatap muka di Pendopo Kabupaten Gresik, Selasa (22/6/2021).

Hadir dalam acara tersebut, Plt. Dirjen P2P Kemenkes RI dr. Maxi Rein Rondunuwu, DHSM, MARS, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (Gus Yani), Kepala Dinkes Jawa Timur dr. Herlin Ferliana, Kepala Dinkes Gresik drg. Saifudin Ghozali, Kapolres AKBP Arief Fitriantio, dan sejumlah kepala OPD.

Dalam sambutan virtualnya, Menkes RI Budi Gunadi Sadikin menyatakan, imunisasi PCV telah ditetapkan sebagai imunisasi rutin yang diberikan di seluruh wilayah Indonesia secara bertahap.

"Kami menargetkan introduksi imunisasi PCV dilakukan secara bertahap di mana pada tahap awal dilaksanakan di daerah risiko tinggi dan tahun 2022 akan diperluas ke seluruh Indonesia. Imunisasi PCV diberikan kepada setiap anak sebanyak 3 dosis, yaitu pada usia 2, 3, dan 12 bulan," jelasnya.

BACA JUGA : 

Gandeng Bupati Gus Yani dan Wabup Bu Min, KWG Salurkan Bantuan Beras untuk Warga Terdampak Covid-19

Jelang Masuki Masa Pensiun, Kadinsos Gresik Maksimalkan Penuntasan Tugas Pelayanan Masyarakat

Percepat Herd Immunity, Bupati Gus Yani Latih 140 Nakes Hingga Siapkan Tempat Wisata untuk Vaksinasi

IKAPTK Gresik Bantu 3 Ton Beras Untuk Warga Terdampak PPKM Covid-19

Menkes mengatakan bahwa dirinya ditugasi 3 hal oleh Presiden RI Joko Widodo, yaitu menyukseskan vaksin, menyukseskan penanganan pandemi Covid-19, dan reformasi kesehatan.

Terkait imunisasi pneumokokus konyugasi atau PCV, Menkes mengungkapkan bahwa di Indonesia setiap tahun ada kelahiran 5.000 bayi. Dari jumlah itu, ada 500 anak kena pneumonia. "Untuk itu, pesan saya masyarakat agar mengikutkan anak-anaknya imunisasi PCV," pesannya.

Pencanangan introduksi imunisasi pneumokokus konyugasi atau PCV tahun 2021 ditandai dengan pemukulan beduk oleh Plt. Dirjen P2P Kemenkes RI dr. Maxi Rein Rondunuwu, DHSM, MARS didampingi Kepala Dinkes Jatim dan Bupati Gresik.

Acara kemudian dilanjutkan dengan dialog interaktif secara virtual dengan Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat serta bupati dan wali kota dari 8 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur dan 6 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat yang menjadi fokus pelaksanaan introduksi imunisasi PCV pada tahun 2021.

Hal ini untuk memastikan kesiapan introduksi di masing-masing daerah. Selesai berdialog, dilakukan peninjauan ke pos pelayanan imunisasi untuk menyaksikan proses pemberian imunisasi PCV sekaligus berdialog dengan orang tua sasaran di Gedung Putri Mijil Pendopo Kabupaten Gresik.

Maxi Rein Rondunuwu menyatakan bahwa pneumonia merupakan penyebab utama kematian balita di dunia. Di Indonesia sendiri, berdasarkan hasil riset kesehatan dasar, terjadi peningkatan prevalensi pneumonia pada balita dari 4,3 persen pada tahun 2013, menjadi 5 persen pada tahun 2018.

"Profil kesehatan Indonesia tahun 2019 mencatat sejumlah 551 balita meninggal dunia disebabkan oleh pneumonia. Pada bayi, bahaya penyakit ini pun jauh lebih besar, yaitu dapat menyebabkan kematian dua kali lebih tinggi dibandingkan pada anak usia 1-4 tahun," katanya.

Ia menerangkan, target imunisasi PCV ini adalah untuk semua bayi di Gresik dan kabupaten/kota lain di Jatim dan Jawa Barat yang menjadi program awal imunisasi PCV. "Kami akan evaluasi terus hasil imunisasi PCV ini. Setiap 5 tahun untuk melihat capaiannya," pungkasnya.

Kadinkes Jawa Timur menambahkan, pneumonia merupakan penyebab kematian balita di dunia. Karena itu, imunisasi PCV ditetapkan sebagai imunisasi rutin untuk mencegah kematian balita.

"Di Jatim pada saat pencanangan imunisasi PCV ini ada 8 kabupaten/kota salah satunya Gresik. Sehingga diharapkan, jika 8 kabupaten/kota tersebut sukses imunisasi PCV, maka 30 kabupaten/kota lain bisa mencontoh," katanya.

Ia menyatakan bahwa 8 kabupaten/kota tersebut menjadi pilihan dalam pencanangan imunisasi PVC karena jumlah penduduknya besar, sehingga jumlah balitanya juga banyak. "Di 8 kabupaten/kota tersebut mobilisasi penduduk tinggi," terangnya.

Sementara itu, Bupati Gus Yani meminta agar imunisasi PCV tak sekadar seremonial, tetapi harus dilaksanakan. "Program ini sangat menjadi prioritas. Sebab, pneumonia bisa menyerang orang dewasa maupun anak-anak. Harus yakin dengan imunisasi PCV anak bisa sehat," katanya.

Oleh karena itu, Bupati Gus Yani mengajak PKK, semua komponen masyarakat, Fatayat, Muslimat, termasuk media untuk menyukseskan program ini. "Mudah-mudahan kita bisa melewati kondisi pandemi dengan baik. mudah-mudahan Covid-19 segera sirna. Covid-19 tamu tak diundang. Semoga segera pergi," harapnya.

Turut hadir dalam acara tersebut, Perwakilan WHO Indonesia, Perwakilan UNICEF Indonesia, Perwakilan CHAI (Clinton Health Access Initiative), Perwakilan CDC Indonesia, dan Perwakilan Inke Maris & Associates, Mitra Kerja BMGF (Bill and Melinda Gates Foundation) Indonesia. (hud/zar)

Respons Keluhan Ojol Karena Terdampak Pandemi, ASC Foundation Bagikan Paket Sembako dan Uang Bensin
Kamis, 29 Juli 2021 13:40 WIB
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Muhammad Al Barra bersama Tim ASC Foundation-nya, telah menyalurkan paket sembako kepada para pedagang terdampak PPKM darurat di 12 kecamatan di Kabupaten Mojokerto. Aksi sosial ini terus dilakukan Gus Barra. Kali i...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Kamis, 15 Juli 2021 12:37 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...