Kamis, 29 Juli 2021 13:34

Keluarga Tenaga Kerja di Madiun Terima Santunan Kematian dan Beasiswa Pendidikan dari BPJamsostek

Senin, 21 Juni 2021 23:25 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Hendro Utomo
Keluarga Tenaga Kerja di Madiun Terima Santunan Kematian dan Beasiswa Pendidikan dari BPJamsostek
Perwakilan penerima beasiswa dari BPJamsostek, Aditya (SD), Egnatius Handika Setiawan (SD), M. Rizal Firmansyah (SMP), Dyah Rofi Anggraini (SMA), serta Ahli Waris dari Alm. Zainal Abidin.

MADIUN, BANGSAONLINE.com - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJamsostek) Kantor Cabang Madiun telah menyerahkan santunan kematian kepada 22 keluarga ahli waris. Tidak hanya itu, anak dari peserta BP Jamsostek yang meninggal dunia juga menerima beasiswa pendidikan.

"Kami telah menyerahkan beasiswa untuk anak dari peserta yang meninggal dunia. Dari tingkat TK, SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi," ujar Kepala Cabang BPJamsostek Madiun Honggy Dwinanda Hariawan

Ia menambahkan jika program bantuan beasiswa tersebut bisa didapatkan ahli waris dengan syarat keanggotaan peserta Jamsostek minimal tiga tahun.

Honggy menjelaskan, 22 ahli waris ini berasal dari dua daerah. Yakni 13 ahli waris dari Kota Madiun dan 9 lainnya dari Kabupaten Madiun. Sebelum meninggal dunia, para pekerja ini telah terdaftar sebagai peserta BPJamsostek.

BACA JUGA : 

Bupati dan Wabup Madiun Serahkan 346 Ton Pupuk Bersubsidi ke Petani

BP Jamsostek Madiun Serahkan APD ke RSUD Caruban

Lindungi Pekerja Non-ASN, Pemkab Jember Teken MoU dengan BPJamsostek

BPJS Ketenagakerjaan Kota Batu Serahkan Klaim Jaminan Kecelakaan Kerja Rp 160 Juta

Ia berharap bantuan tersebut mampu menyejahterakan masyarakat. "Tidak hanya santunan, ahli waris ini berhak menerima manfaat beasiswa maksimal untuk dua anak. Beasiswa ini dibayarkan per tahun," jelasnya.

Saat ini, empat program jaminan sosial yang disediakan BPJamsostek terdiri dari Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JK), dan Jaminan Pensiun. Untuk pekerja bukan penerima upah terdapat dua program jaminan. Yakni, jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian.

Pun manfaat dari program jaminan kematian tersebut ahli waris berhak menerima beasiswa pendidikan. Manfaat tunai besarnya Rp 42 juta diberikan kepada ahli waris ketika pemegang kartu BPJamsostek meninggal.

"Peserta yang meninggalkan anak maka anak tersebut berhak mendapatkan manfaat tambahan ini," tutur Direktur Keuangan BPJamsostek Asep Rahmat Suwandha.

Bupati Madiun H. Ahmad Dawami menyampaikan seluruh pekerja formal di perusahaan telah mengikutsertakan karyawan mereka dalam BPJamsostek. Ia juga akan terus berupaya meningkatkan kepesertaan pekerja dalam BPJamsostek, termasuk pekerja informal seperti pedagang, guru mengaji, dan sebagainya agar terlindungi.

"Kami mengapresiasi santunan yang telah diberikan BPJamsostek kepada keluarga almarhum yang dengan cepat memproses pencairan. Bahkan, memberikan beasiswa untuk anak-anaknya," puji Bupati Dawami.

Penyerahan bantuan tersebut diberikan langsung oleh BPJamsostek secara simbolis kepada Bupati Madiun. Kegiatan tersebut dilakukan di Pendapa Muda Graha Kamis (17/6), dengan diikuti perwakilan penerima sebanyak 5 orang.

Mereka perwakilan penerima adalah Aditya (SD), Egnatius Handika Setiawan (SD), M. Rizal Firmansyah (SMP), Dyah Rofi Anggraini (SMA), serta Ahli Waris dari Alm. Zainal Abidin. (hen/ian)

Giliran Pedagang di Kawasan Bangsal, Kutorejo, dan Pungging Terima Paket Sembako dari Gus Barra
Kamis, 29 Juli 2021 13:32 WIB
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Muhammad Al Barra bersama Tim ASC Foundation-nya, telah menyalurkan paket sembako kepada para pedagang terdampak PPKM darurat di 12 kecamatan di Kabupaten Mojokerto. Aksi sosial ini terus dilakukan Gus Barra. Kali i...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Kamis, 15 Juli 2021 12:37 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...