Ilustrasi kekerasan seksual. Doc. Marisa Kuhlewein (QUT) and Rachel Octaviani (UPH)/Tempo.co
JEMBER, BANGSAONLINE.com - Profesor Dr. Rudi Sumiharsono, Rektor Universitas PGRI Argopuro (Unipar) Jember Jawa Timur akhirnya mengakui bahwa ia tiba-tiba bernafsu ingin mencium dosen perempun bernisial HI. Peristiwa itu terjadi di sebuah hotel di Pasuruan saat mereka mengikuti Diklat PGRI Jawa Timur beberapa waktu lalu.
"Saya ketuk pintu kamarnya. Ketika dia membuka pintu kamar, enggak tahu kenapa tiba-tiba saya ingin menciumnya. Dia mengelak dan menghindar. Saya langsung tersadar dan meminta maaf saat itu juga," kata Rudi Sumiharsono dikutip Antara, Sabtu (19/6/2021).
BACA JUGA:
- Hendak Gagalkan Curanmor, Karyawati SPPG di Umbulsari Jember Dibacok Pelaku
- Libur Lebaran, Pemkab Jember Sediakan Nakes dan Ambulans di Lokasi Wisata
- Siswi di Kota Blitar Jadi Korban Pelecehan Seksual saat Berjalan Kaki, Polisi Amankan Pelaku
- Ombudsman RI Tetapkan Jember sebagai 10 Besar Kabupaten Terbaik dalam Layanan Publik
Seperti diberitakan, Rudi Sumiharsono dilaporkan oleh korban berinisial HI ke pihak kampus lantaran dianggap melakukan dugaan pelecehan seksual. Dalam laporan yang dibuat suami korban, disebutkan bahwa dugaan pelecehan seksual itu dilakukan antara tanggal 4-5 Juni 2021 lalu. Pelecehan itu terjadi sejak dalam mobil dalam perjalanan menuju sebuah hotel di Tretes Pasuruan untuk mengikuti Diktlat PGRI Jawa Timur.
Bahkan dugaan pelecehan itu terus berlanjut saat berada di hotel. Mereka memang berada di kamar yang berbeda. Namun ketika acara istirahat, Rudi dikabarkan mengajak makan dosen HI. Saat itu dosen perempuan itu berada di dalam kamarnya. Saat HI membuka pintu itulah, Rudi bernafsu menciumnya.
Pihak kampus akhirnya mendesak Rudi meninggalkan jabatannya. Meski mengaku tak sampai mencium karena si cewek menghindar, Rudi akhirnya mengundurkan diri dari jabatannya sebagai rektor. Ia juga meminta maaf karena telah khilaf berbuat yang tidak semestinya.
Hanya saja ia membantah bahwa perbuatan tak pantas itu direncanakan sejak dalam mobil perjalanan dari Jember ke Pasuruan.
Rudi akhirnya resmi mengundurkan diri mulai 17 Juni 2021. "Beliau menanggalkan jabatannya agar kampus tidak turut terseret ke dalam masalah dugaan tindakan tersebut," kata Kepala Biro III Unipar, Dr Ahmad Zaki Emyus.
Kini ia digantikan oleh Basuki Hadi Prayogo. Sebelumnya ia menjabat sebagai Wakil Rektor I. (tim)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






