Wabup Gus Barra menyerahkan hadiah kepada pemenang lomba produk olahan. (foto: ist)
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Wakil Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa (Gus Barra) memantau acara lomba produk olahan pangan unggulan dan lomba cipta menu beragam, bergizi, seimbang, dan aman (B2SA) tahun 2021. Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama Dinas Pangan dan Perikanan Kabupaten Mojokerto dengan TP PKK Kabupaten Mojokerto.
Dalam acara di Pendopo Pemkab Graha Majatama itu, Gus Barra menyerukan perubahan mindset perihal penggunaan beras sebagai makanan pokok. Dia mendorong agar masyarakat tak lagi mengandalkan beras untuk makan sehari-hari, namun jagung, singkong, dan ubi.
BACA JUGA:
- HUT ke-733 Kabupaten Mojokerto, Gus Barra Paparkan Beragam Prestasi dan 9 Program Strategis 2026
- Investasi di Kabupaten Mojokerto pada 2025 Capai Rp4,45 Triliun, Gus Barra Apresiasi Sektor Industri
- Bukan Cuma Senam Bersama, Rangkaian Hari Jadi Mojokerto ke-733 Diwarnai dengan Santunan-Makan Gratis
- Sekda Mojokerto: Bukan Dipanggil, Justru Kami Sengaja Datang ke KPK untuk Konsultasi
"Mindset harus berubah. Jangan mengandalkan beras saja untuk makan sehari-hari. Sumber pangan lokal kita sangat beragam seperti jagung, singkong, ubi, dsb. Di Kabupaten Mojokerto jumlahnya pun melimpah. Dari tegalan atau sawah, kebun, bahkan pekarangan rumah juga ada. Sumber karbohidrat tersebut, setara energinya dengan nasi,” kata Gus Barra.
Sementara itu, dalam laporannya, Kepala Dinas Pangan dan Perikanan Kabupaten Mojokerto Nurul Istiqomah mengatakan bahwa maksud dan tujuan kegiatan tersebut adalah untuk meningkatkan pengetahuan diversifikasi pangan dan konsumsi pangan B2SA.
Selain itu, lanjutnya, kegiatan juga dimaksudkan untuk mendorong masyarakat untuk menciptakan, berkreasi, dan meningkatkan kesadaran pentingnya diversifikasi B2SA. Dia juga tidak lupa menjelaskan beberapa kriteria lomba, dengan ketentuan-ketentuan menarik.
“Hari ini lombanya membuat menu B2SA paket lunchbox dengan karbohidrat nonberas berbentuk pasta dengan protein hewani olahan ikan air tawar, buah, dan minuman. Kami juga minta peserta berkreasi buat kue dari bahan nonberas dan nonterigu, membuat jenang buah, serta minuman dari edible flowers (bunga yang dapat dimakan). Lebih menarik lagi, ada juga lomba vlog, khusus untuk produk pangan olahan keripik sayur atau buah," pungkasnya. (yep/zar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




